Vaksinasi Covid-19 pada Anak, Langkah Akselerasi PTM

Ilustrasi vaksinasi anak (Foto-ist)

DENPASAR/BaliNewsNetwork.com-

Pemerintah saat ini terus menggenjot upaya vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun sebagai langkah akselerasi penanganan Covid-19. Pelaksanaan vaksinasi bagi anak ini digelar secara serentak di sekolah-sekolah, fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas hingga di rumah sakit di seluruh Bali.

Dokter Spesialis Anak, dr. Anak Agung Ayu Widi Antari mengungkapkan, pentingnya vaksinasi Covid-19 diberikan pada anak yang termasuk dalam kelompok rentan tertular. Selain itu, vaksinasi bagi anak dengan rentang usia 12-17 tahun dimaksudkan untuk mengakselerasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

“Anak-anak mudah tertular dan mudah menularkan karena mobilitas anak dinilai cukup tinggi. Walaupun mereka tanpa gejala, tetapi kejadian atau kasusnya sudah cukup banyak di Bali. Jadi, sekitar 12,6 persen itu 1 dari 8 orang yang tertular Covid itu adalah anak-anak,” ungkapnya, Senin (26/7).

Untuk menyukseskan program vaksinasi Covid-19 bagi anak, dr. Widi Antari mengharapkan dukungan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat utamanya para orang tua. Mengingat tingkat kerentanan tertular dan penularan dari anak cukup mengkhawatirkan.

“Jadi saya harapkan masyarakat untuk ikut dalam menyukseskan, menganjurkan agar anak-anaknya yang usia 12-17 tahun jangan takut untuk divaksin. Karena vaksinasi untuk Covid ini aman dan mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Sudah dilakukan penelitiannya dan juga teruji klinis di fase 1 dan 2 hasilnya aman,” terangnya.

Ia juga menyadari bahwa diawal pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak terjadi beberapa kendala, diantaranya kesulitan pendaftaran dan kurangnya informasi terkait jadwal dan tempat pelaksanaan vaksinasi. Namun beberapa hari terakhir dinilainya akses vaksinasi bagi anak sudah cukup memadai dan antusias masyarakat sangat tinggi pada pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak.

“Saya lihat dibeberapa lokasi pelaksanaan vaksinasi untuk anak-anak, termasuk di sekolah-sekolah antusias mereka cukup besar. Hal tersebut dibuktikan dengan pengakuan pihak sekolah jika siswa-siswinya hampir 100 persen telah menjalani vaksinasi. Ini perlu diapresiasi, terlebih para tenaga pendidik pun sebelumnya telah menjalani vaksinasi secara lengkap,” pungkasnya. bq

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment