Solor/BaliNewsNetwork.com- Atas dasar kasih,mereka melayani.Meninggalkan kesibukan pribadi tatkala dipercayakan sebagai Kader Posyandu, maupun jabatan dalam sistem pemerintahan, baik sebagai Kepala Desa maupun perangkat desa lainnya, mereka dengan penuh kasih dan bertanggungjawab melaksanakan pemantauan rumah, mengikuti perkembangan gisi anak penderita stunting.

Walau dengan upah yang terbilang tak cukup untuk mereka per bulannya,namun  Klara Klala Gapun bersama Sembilan (9) rekan kader posyandu di desa Lamaole,Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, senantiasa tulus menjalankan tugas mereka .

Bersinergi dengan Pemerintah Desa Lamaole,dan Tenaga Kesehatan di desa, serta pihak Puskesmas Ritaebang,mereka  dengan penuh kasih, membantu memastikan status gisi bayi dan balita serta anak usia posyandu baik dalam kunjungan rumah maupun disaat pelaksanaan posyandu bulanan.

Dikonfirmasi di sela-sela pelayanan posyandu yang bertempat di Polindes Lamaole belum lama ini, Klara Klala Gapun mengakui kalau mereka mendapat insentif per bulan di Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp 300.000 per bulan dari sebelumnya Rp 200.000 di TA 2020 yang bersumber dari pos Dana Desa.

“Bukan soal angka atau besaran intensif itu, namun terpenting bagi kami adalah turut serta dalam pelayanan ini. Kami sangat bersyukur mendapat kepercayaan ini, karena  secara langsung kami menghantar generasi  penerus Lewotanah  dengan sehat. Olehnya kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Desa kami atas kepercayaan ini serta atas suport anggaran desa yang menunjang kegiatan kami,baik untuk keperluan rapat maupun di pelaksanaan posyandu termaasuk intensif kami.” ungkap Klara Klala.

Dari sisi anggaran, untuk keperluan pengentasan stunting dan kesehatan warganya, pada TA 2021 ini,Pemdes Lamaole bersama BPD-nya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 43.125.000.

 

“Anggaran itu sudah termasuk intensif dua nakes desa yang dibiayai per bulan Rp 1.000.000 per nakes serta 10 kader posyandu  serta untuk urusan posyandu baik posyandu Lansia maupun posyandu bayi –balita dan Bumil-KEK .Pun pula untuk bantuan PMT bagi bayi-balita.Tiap tahun kami anggarkan untuk urusan gempur stunting ini.”jelas Kepala Desa Lamaole,Matilde Keban.

Tentang kasus stunting, Matilde Keban meriwayatkan,pada  Tahun 2020,mereka memiliki 4 kasus stunting.Dari kerja gempur stunting  yang terlaksana dalam jalinan kolaboratif dengan pihak PKM Ritaebang tersebut,dua bayi mengalami perubahan gisi  dari sebelumnya stunting menjadi pulih atau bersatatus gisi baik.

Namun dalam perjalanan,muncul lagi dua kasus stunting baru (orang yang berbeda).Dengan demikian,jumlah kasus stunting terkini,terdata 4 orang.

“Kami sangat berterima kasih dengan pihak PKM Ritaebang dan pihak lainnya yang tergabung dalam jaringan lintas sektor untuk urusan gempur stunting yang selalu datang bersama kami,baik dalam pemantauan rumah,maupun di kegiatan posyandu.Kami optimis,dengan kerja sama lintas sektor ini,kasus stunting di desa kami bisa berada pada level zero atau nol.” ujar tilde Keban penuh optimis ! *(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment