Kasus Dugaan Penipuan di Sekolah “IndoTrader Academy”, Dosen EM Mengaku Namanya Dicatut

Denpasar/BaliNewsNetwork-Kasus dugaan penipuan seorang siswa berinisial NBL di Sekolah “Indotrader Academy” hingga melaporkan owner yakni AA GM ke Polresta Denpasar masih tahap proses penyelidikan.

Namun kasus tersebut ternyata berimbas pada seorang Dosen di sebuah Universitas kenamaan Indonesia berinisial EM. Pasalnya, Dosen EM ini tidak terima namanya dicatut oleh pihak sekolah “IndoTrader Academy” untuk mencari ketenaran.

Dosen EM yang dikonfirmasi wartawan, Selasa (9/2/2021) itu akhirnya angkat bicara soal kasus yang mendera Komunitas Trader di Bali. “Ya Nama saya dicatut oleh terlapor untuk menarik perhatian masyarakat agar sekolah tradernya menjadi terkenal,” ungkapnya memulai pembicaraan.

Dosen lulusan S3 ini mengetahui namanya dicatut setelah beberapa media massa di Bali memberitakan kasus tersebut, tertanggal 6 Februari 2020 lalu. Ia menegaskan, bukan hanya nama dirinya saja yang dicatut oleh terlapor tapi ada juga seorang psikolog.

Terhadap pencatutan namanya, Dosen EM mengaku sudah pernah menegur terlapor. “Saya tegur dia kenapa nama saya dibawa-bawa. Namun dia mengelak katanya hanya untuk menarik perhatian masyarakat sebagai seorang trader,” ujarnya.

Dosen EM mengaku terlapor tertarik dengan nama besar dan gelarnya, sebab dia adalah Dosen di kampus tersebut. Akan tetapi Dosen EM bertambah kaget tidak hanya namanya dicatut oleh terlapor, tapi disebutkan sudah ikut ambil bagian dari Komunitas Trader di Bali.

“Saya tegaskan bahwa saya sama sekali tidak menjadi bagian dari trader tersebut dan nama saya dicatut. Saya memang sempat mengikuti kegiatan sekali tetapi tidak menjadi bagian dari komunitas trader yang dimaksud,” tegasnya.

Penegasan lainnya, Dosen EM tidak mau disebut sebagai pengajar komunitas trader di Bali. Sebab menjadi pengajar di Bali, apalagi di Komunitas Trader sangat bertentangan dengan tugas utamanya sebagai dosen di Universitas kenamaan Indonesia.

Untuk itu, Dosen EM meminta agar masyarakat Bali lebih selektif memilih komunitas yang tidak menimbulkan dampak hukum dan sosial di kemudian hari. “Jangan hanya karena ingin meraih keuntungan tetapi menggunakan cara cara yang tidak etis dan berdampak luas di masyarakat” pungkasnya.

Sementara itu Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Dewa Anom Danujaya yang dikonfirmasi wartawan, Rabu (10/2/2021) melalui Whatsapp belum memberikan komentar resmi terkait perkembangan pelaporan NBL.

Sebagaimana diinformasikan, kuasa hukum NBL yakni Ida Bagus Surya Prabhawa melaporkan AA GM ke Polresta Denpasar tahun 2020 lalu. Terlapor yang merupakan owner IndoTrader Academy dilaporkan dengan tuduhan melakukan penipuan terhadap anak siswanya NBL hingga mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Ida Bagus Surya Prabhawa mengatakan kliennya dijanjikan kursus trading selama 90 hari dengan biaya Rp 45 juta rupiah. Namun fakta yang terjadi, sistem belajar mengajar yang dilakukan di sekolah tersebut tidak sesuai harapan. Sebab selain tidak memiliki sertifikat, sekolah Trader tersebut tidak dipandu oleh guru profesional, seperti yang dijanjikan terlapor. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment