Solor/BaliNewsNetwork.com- Berbiasa di musim penghujan dengan intensitas terjangan badai yang menguat,warga di Kelurahan Ritaebang,Kecamatan Solor Barat , Kabupaten Flores Timur-NTT, melirik siput pasir sebagai sumber lauk. Komak, demikian nama siput itu.

Memanfaatkan surut yang kadang tak jelas terlihat sebagaimana di stuasi normalnya,warga Itaebang dengan tak mempedulikan hempasan ombak, angin, maupun hujan, berjalan menuju pantai di kawasan U’uma dan Lewutun untuk mencari siput yang bernama Komak itu.

“Kami menyebutnya dengan Komak.Memang kalau su masuk musim seperti saat ini,kami kewalahan dengan sumber lauk yang dari laut.Nelayan kami tak bisa melaut,karena ombak dan angin yang mengganas.Maka Komak menjadi  sumber lauk yang menggelorahkan,selain ikan Sembe dan jenis ikan kering lainnya,” tutur Nika Krowin dan Esi Werang yang ditemui di lokaai Komak,Lewutun,Jumad (29/1).

Tidak saja digandrungi oleh warga Ritebang, Komak juga diminati oleh warga di belahan pulau Solor lainnya,baik di wilayah Solor Selatan maupun Solor Timur.

Untuk mendapatkannya pun tak susah ! Tinggal mengais-mengais pasir dikala surut dengan menggunakan medium ceper seperti sendok makan atau pun pisau.

“Berbeda di situai normalnya.Komak di musim barat seperti ini,menjadi lauk yang super.Laut mengganas,nelayan tak bisa mencari.Bekarang dan menyuluh saja susah ! Maka,termudahnya adalah duduk di pasir, dan mengais-ngais.Asal rajin jalan,tahan dingin,dan rajin hae (mengais) saja !” timpal  Pulo (Duaraya) Hayon sembari meragakan cara hae Komak.*(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment