Larantuka/BaliNewsNetwork-Sepanjang Tahun 2020, Kejaksanaan Negeri Flores Timur telah menaikan satu kasus pidana khusus dari tahap Penyidikan ke Penuntutan,dan satu dari tingkatan Penyelidikan ke tahapan Penyidikan.Sedangkan pada tingkatan Penyelidikan, mereka menangani 5 kasus Pidsus.

Kepala Kejaksaan Negeri Flores Timur, Bayu, SH yang dikofirmasi melalui Kasie Pidsus,Arief Gunadi  di ruang kerjanya beberapa waktu lalu menerangkan,kasus Pidsus yang telah naik ke tahap Penuntutan (Persidangan) tersebut adalah kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2014 pada SMK Negeri  Perikanan dan Kelautan Solor Timur.

Sedangkan yang telah ditingkatkan  dari tahap Lidik (Penyelidikan ) ke tahap Sidik ( Penyidikan) adalah kasus dugaan korupsi pada proyek Pembangunan SPAM IKK Ileboleng .

“Iya,dua kasus itu.Sepanjang Tahun 2020 ini kami telah menaikan satu kasus Pidsus dari tahapan Sidik ke Penuntutan,yaitu kasus dugaan korupsi DAK Tahun Anggaran 2014 pada SMKN Perikanan dan Kelautan Solor Timur, dan menaikan satu dari tahapan Lidik ke Sidik,yakni kasus dugaan korupsi pada proyek Pembangunan SPAM IKK Ileboleng.Sedangkan pada tahapan Lidik,kami sedang menangani 5 kasus. Nah karena masih dalam Lidik,maka saya belum bisa memberikan keterangan kepada teman-teman media!,”ungkap Arief Gunadi.

Sementara itu terkait perkembangan kasus Pidsus yang telah sampai pada tingkatan Penuntutan itu,Arief Gunadi dalam penjelasan tambahannya mengaku perkembangan persidangannya telah sampai pada tahapan Penyampaian Eksepsi Penasihat Hukum Terdakwa.

Sedangkan,tentang perkembangan Penyidikan kasus dugaan Korupsi pada proyek Pembangunan SPAM IKK Ileboleng,Kasie Pidsus pada Kejari Flores Timur itu mengaku pihaknya masih melanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment