Larantuka/BaliNewsNetwork-Kasus dugaan korupasi pada proyek Pembangunan SPAM IKK Ileboleng di Tahun Anggaran 2018 tetap menjadi prioritas  penyelesaiannya oleh pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Flores Timur.Bahkan mereka menargetkan sebelum berakhirnya Tahun 2020, Tersangka telah mereka tetapkan, dan BAP-nya pun telah mereka limpahkan ke jenjang Penuntutan.

Kepala Kejaksanaan Negeri Flotim, Bayu Setyo Pratomo,SH  melalui Kasie Pidsus, Arief Gunadi  atas pertanyaan tersebut secara tegas mengatakan rindu mereka untuk segera melimpahkan perkara tersebut ke Penuntutan!

Bahkan  Arif Gunadi pun menandaskan keinginan mereka untuk menetapkan Tersangkanya sesegera mungkin dalam bulan Desember 2020 ini,bila pihaknya telah menerima Hasil Perhitungan Kerugian Negara oleh pihak Inspektorat Daerah Kabupaten Flores Timur.

“Ini ole-ole kami di HARKODIA Tahun 2020 bagi masyarakat Kabupaten Flores Timur,yakni : menyelesaikan seluruh proses penanganan perkara ini sebagaimana tugas kami. Di tahapan Penyidikan ini,capaian pemeriksaan para saksi sudah 85 persen.15 persen sisanya, bagi kami  adalah serpihan-serpihan hanya untuk melengkapi petunjuk atau alat bukti! Kami merindukan,kasus ini selesai di Desember 2020 ini! Karena dalam proses penyidikan di tahapan Penyidikan ini, kami  semakin yakin, kasus ini layak dinaikan ke Penuntutan! Hanya saja kami masih mengalami kendala, yaitu belum menerima secara resmi hasil perhitungan nilai kerugiaan negara dari lembaga auditor, yang dalam perkara ini adalah Inspektorat Daerah Kabupaten Flotim!,” tandas Arief Gunadi.

Berjalan ke arah terwujudnya komitmen penyelesaian penyidikan kasus dugaan korupsi pada  paket proyek yang bernilai kontrak Rp 8.865.798.000,23 tersebut, Arif Gunadi itu pun merindukan untuk segera menetapkan Tersangka dalam bulan Desember 2020 ini.

Namun apabila Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Negara itu terlambat diserahkan pihak Irda Flotim, otomatis berdampak pada molornya  finalisasi di tahapan Penyidikan ini.

“Apalagi di bulan Desember ini,liburnya panjang. Kami memang merindukan untuk sesegera mungkin merampungkan tahapan Penyidikan dalam bulan Desember ini, termasuk didalamnya adalah menetapkan Tersangkanya ! Bila besok kami terima Hasil Perhitungan itu dari Irda,maka segera setelah itu kami tetapkan tersangka dan kami naikan ke Penuntutan.Masalahnya adalah, hingga saat ini  kami belum menerima itu dari Irda Flotim,” ujar Kasie Pidsus ‘geram’ sambil menegaskan  kembali : inilah persembahan kado dari pihak Kejari Flotim bagi warga Flotim di perayaan Hari Anti Korupsi Sedunia,Rabu,9 Desember 2020 yakni komit menaikan penyidikan kasus dugaan korupsi pada proyek Pembangunan SPAM IKK Ileboleng ke tingkat Penuntutan !

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sepanjang tahun 2020,pihak Kejari Flotim, menaikan satu perkara Pidana Khusus  dari tingkat Sidik (Penyidikan) ke tingkat Penuntutan, yaitu kasus dugaan korupsi dana DAK TA 2014 pada SMKN Perikanan Solor Timur, dan menaikan satu perkara dari tingkat Lidik (Penyelidikan) ke tingkat Sidik, yakni kasus dugaan korupsi pada proyek Pembangunan SPAM IKK Ileboleng TA 2018.

Sementara itu pada tingkat Lidik (Penyelidikan), walau hanya memiliki dua personil penyidik Pidsus, toh tidak membuat barisan Bayu Setyo Pratomo, SH  menyerah! Kini mereka sedang menggempur 5 kasus dugaan korupsi di arena Lidik.

Untuk melancarkan urusan pemberantasan praktek korupsi di Kabupaten Flores Timur ini,Arief Gunadi yang mewakili Kajari Bayu dalam gelar jumpa pers tersebut mengharapkan  bantuan dan kerjasama dari semua elemen masyarakat.

“Apabila ada yang mengetahui adanya praktek –praktek tersebut,jangan ragu mendatangi kantor Kejari dan melaporkan persoalan itu! Uang Negara yang masuk ke Flotim, harus bisa dinikmati oleh masyarakat Flotim melalui fisik infrastruktur, baik itu bangunan dan peralatan,maupun pemberdayaan,yang dikelolah dengan baik dan benar.Dengan perayaan Hari Anti Korupsi Sedunia ini,mari kita bersama-sama  sadar  dan bergerak untuk membangun  kesadaran seluruh elemen bangsa dalam budaya Anti korupsi!,” pinta Arief Gunadi menggaungkan Tema HARKODIA Tahun 2020 itu. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment