Oleh:

I Made Pasek Pradnyana Wijaya

Pusat Teknologi dan Budaya, ITB STIKOM Bali

Denpasar/BaliNewsNetwork-Pakar telematika Roy Suryo ikut angkat suara seputar video syur mirip Gisella Anastasia alias Gisel yang sempat muncul di tengah-tengah masyarakat melalui berbagai macam cara. Setelah mengamati video mirip Gisel itu, Roy Suryo langsung membuka Twitter. Ia lantas memamerkan hasil analisanya melalui Face Comparator (Recognizer) dan Face Matcher (Combiner) yang tingkat kecocokannya lebih dari 70 persen. Namun begitu, Roy Suryo tetap mencatat bahwa persentase dari analisis video mirip Gisel ini bukan berarti akurat. Ia juga meminta seluruh pihak agar tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo pun ikut mengingatkan agar masyarakat mewaspadai ‘deepfake’, yang kini sedang meresahkan Amerika Serikat dan berbagai negara lainnya. Menurutnya, deepfake tersebut bisa memperlihatkan video seakan mantan Presiden Barack Obama sedang mengatakan sesuatu kepada rakyat Amerika, dengan gerak bibir yang nyaris sempurna. Padahal, kata dia, orang dalam video tersebut bukanlah Obama, bukan juga diperankan oleh seseorang yang mirip Obama, melainkan hasil dari kecerdasan buatan atau AI yang dilakukan oleh oknum tertentu untuk membuat video hoaks yang dapat mempengaruhi masyarakat.

“Saat ini Amerika Serikat dan berbagai negara maju lainnya sedang disibukan dengan deepfake. Tak menutup kemungkinan dalam waktu dekat Indonesia juga menghadapi masalah serupa,” imbuhnya usai menerima Pengurus Wartawan Koordinatoriat MPR/DPR/DPD RI (Press Room Parlemen) periode 2020-2022, di Ruang Kerja Ketua MPR.

“Deepfake bisa menjadi sarana baru mengembangkan hoaks dan hate speech. Sehingga bisa membuat kebingungan di masyarakat. Bahkan pada skala yang lebih besar, bisa membuat perpecahan di masyarakat. Antara benar dan salah, antara fakta dan ilusi, menjadi sangat tipis sekali perbedaannya. Saat ini Amerika Serikat dan berbagai negara maju lainnya sedang disibukan dengan deep fake. Tak menutup kemungkinan dalam waktu dekat Indonesia juga menghadapi masalah serupa,” tandas Bamsoet.

“Wartawan harus bisa mencari dan mendalami sebuah kejadian secara cermat. Bisa memisahkan antara fakta dengan hoax, maupun antara hate speech dengan opini. Sehingga informasi yang disajikan kepada masyarakat tidak bias. Dengan demikian, tatkala masyarakat mendapatkan informasi melalui media sosial maupun sarana lainnya, mereka bisa mengkroscek kebenarannya ke media massa,” jelas Bamsoet.

Bamsoet pun mendukung program sertifikasi kompetensi bagi para jurnalis yang bertugas di Komplek Parlemen Jakarta. Menurutnya, MPR siap memfasilitasi anggota press room parlemen untuk meningkatkan kemampuan di bidang jurnalistik.

“Ujian kompetensi ini juga sesuai Peraturan Dewan Pers Nomor 01/Peraturan-DP/X/2018 tentang Standar Kompetensi Wartawan, yang salah satu tujuannya untuk menjaga kehormatan profesi wartawan,” pungkasnya.

Oleh karenanya, dia menekankan pentingnya kehadiran media massa sebagai tempat acuan utama masyarakat dalam memperoleh informasi. Agar media massa bisa menyajikan informasi faktual yang sesuai fakta, sehingga dibutuhkan wartawan handal yang memiliki kompetensi.

Teknologi Deepfake bisa membuat video palsu dengan mudah. Video bisa mereka ulang agar seseorang di video tampak mengucapkan suatu hal yang tidak pernah mereka katakan dalam rekam sebelumnya.

Sebab, teknologi ini bisa melakukan reka ulang setiap gerakan mulut seseorang di video. Syaratnya, Deepfake harus memiliki cukup banyak sampel data rekaman wajah, video, dan suara agar mereka bisa menirukan dan mereka ulang gerakan mulut dan gestur orang tersebut.

Sehingga, semakin sering video seseorang muncul secara digital, semakin mudah untuk ditiru. Video tiruan ini tampil nyaris tanpa cela, cukup meyakinkan bahwa itu adalah video asli. Bagi orang yang tak terlatih, mungkin akan sulit untuk membedakannya dengan video asli.

Deepfake sendiri dibuat dengan sistem kecerdasan buatan yang disebut sebagai neural network. Ini adalah jaringan sistem komputer yang cara kerjanya meniru otak mahkluk hidup.

Sumber: Cnnindonesia.com, Liputan6.com, News.detik.com

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment