Oleh:

I Made Pasek Pradnyana Wijaya

Pusat Teknologi dan Budaya, ITB STIKOM Bali

Denpasar/BaliNewsNetwork-Virgin Hyperloop dilaporkan sudah melakukan uji coba perjalanan pertama membawa penumpang di Las Vegas, Amerika Serikat (AS). Perusahaan mengatakan transportasi itu berhasil membawa manusia melakukan perjalanan dalam tabung vakum supercepat untuk pertama kalinya meskipun dengan kecepatan terbatas, yaitu 100 mil per jam (mph) atau 160 kilometer per jam (kph) dari 600 mph atau sekitar 950 kph yang dijanjikan sebelumnya.

Chief Technology Officer Virgin Hyperloop, Josh Giegel dan Director of Passenger Experience Virgin Hyperloop, Sara Luchian yang menjadi penumpang dalam uji coba itu menyampaikan hyperloop dapat bergerak dengan kecepatan pesawat tetapi dengan sebagian kecil dari konsumsi energi.

Virgin menjelaskan di uji coba pertama ini kapsul kereta cepat hanya mampu menempuh 500 meter dalam 15 detik dalam kecepatan 172 km/jam. Terbatasnya jalur diklaim membatasi kecepatan kapsul Hyperloop melaju. Meski jauh dari harapan, eksekutif Virgin Hyperloop memandang tes tersebut sebagai tonggak utama dan langkah menuju komersialisasi teknologi hyperloop.

Sistem transportasi ini memanfaatkan kendaraan dalam tabung yang menggunakan levitasi magnetic untuk mencapai kecepatan tinggi. Teknologi ini berkembang sejak tahun 1970, mengangkat mobil di atas lintasan yang mana medan magnetic mendorong mobil ke atas dan maju ke depan. CEO Virgin Hyperloop, Jay Walder mengatakan bahwa transportasi ini berpotensi memangkas waktu perjalanan. “Saya akan memberikan Anda contoh. Dari Colombus, Ohio ke Pittsburg, Pennsylvania. Jika anda bertanya kepada seseorang di Colombus seberapa jauh Pittsburg, semua orang akan bilang tiga jam. Dengan Hyperloop kurang dari 25 menit”, kata Jay Walder.

Pendiri grup Virgin, Richard Branson mengatakan “Dengan uji coba sukses hari ini, kami telah menunjukkan bahwa inovasi ini nantinya akan mengubah cara orang-orang bepergian dimanapun mereka tinggal dan bekerja di tahun-tahun mendatang.”

Virgin Hyperloop telah berencana membangun sistem yang menghubungkan kota. Giegel mengatakan bahwa sistem komersial masa depannya akan memiliki Virgin Hyperloop dapat menampung antara 25 dan 30 orang.

Sistem hyperloop diklaim dapat berjalan baik di atas atau di bawah tanah, tetapi sejauh ini perusahaan masih fokus pada proyek di atas tanah. Sebab, pembuatan terowongan di bawah tanah bisa memakan waktu dan mahal.

Melansir France 24, Virgin Hyperloop telah mengumpulkan dana lebih dari US$400 juta atau Rp5,6 triliun. Sebagian besar dana berasal dari CEO perusahaan dan perusahaan logistik DP World yang dimiliki oleh pemerintah Dubai.

Virgin adalah salah satu dari sejumlah perusahaan yang bekerja untuk mengembangkan teknologi. Branson pun telah memuji keberhasilan Hyperloop. Sebab, selama ini dia berkata kekhawatiran pengembangan transportasi itu membayangi pengembangan.

Sumber:

cnnindonesia.com

indozone.id

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment