Denpasar/BaliNewsNetwork–Pendidikan Dasar Mapala Kompas merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh UKM Mapala Kompas ITB STIKOM Bali untuk merekrut anggota baru atau biasa disebut anggota muda Mapala Kompas. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini untuk meregenerasi keanggotaan Mapala Kompas setiap tahunnya.

Ketua Umum Mapala Kompas, Ketut Adi Mardana mengungkapkan seharusnya kegiatan ini dilaksanakan pada Bulan Maret 2020 lalu, saat sebelum pandemi terjadi di Indonesia khususnya di Bali. Hingga akhirnya panitia me-review ulang konsep kegiatan ini.

Sebulan sebelum terjadinya pandemi, panitia penyelenggara telah melaksanakan classroom sebagai bekal untuk para peserta ketika Diksar dilaksanakan. Classroom dilaksanakan secara tatap muka pada bulan Pebruari dengan materi PPGD, Navigasi Darat, Survival, Single Rope Technic (SRT) dan Manajemen Packing.

Meski pandemi sempat menjadi penghalang berjalannya kegiatan, namun hal tersebut tidak mematahkan semangat para panitia dan peserta. Panitia tetap berusaha agar Diksar ke-IX ini tetap dilaksanakan untuk merekrut anggota baru dan meregenerasi kepengurusan Mapala Kompas.

Setelah melakukan berbagai pertimbangan, kegiatan Diksar ke-IX ini dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) dengan menggunakan platform Ms. Teams yang sudah disediakan oleh ITB STIKOM Bali. Meski dilaksanakan secara daring, materi-materi yang disampaikan pun tertuju bagi peserta sesuai dengan tujuan dilaksanakan kegiatan ini. Adapun beberapa materi yang disampaikan diantaranya, Peran Organisasi Dalam Mahasiswa yang disampaikan langsung oleh Ketua Umum Mapala Kompas, Ketut Adi Mardana, pada hari Minggu, 23 Agustus 2020. Materi selanjutnya, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang diberikan oleh KSR ITB STIKOM Bali, Ni Wayan Risa Rahayu Setiawati, Sabtu, 29 Agustus 2020, dan Snack Rescue disampaikan oleh Komunitas Ular Widya Sarpa yang dilaksanakan pada hari Minggu, 30 Agustus 2020.

Setelah para peserta mengikuti kelas online tersebut, selanjutnya peserta menghadiri acara pelantikan yang dilaksanakan di Tanah Wuk, Abiansemal, Kabupaten Badung. Acara pelantikan ini penting dilaksanakan sebagai ritual untuk meresmikan calon anggota menjadi anggota muda yang sah sebagai bagian dari Keluarga Besar Mapala Kompas. Meskipun kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka, panitia penyelenggara tetap memperhatikan secara tegas setiap pihak yang terlibat dalam acara ini seperti panitia, peserta dan beberapa undangan untuk tetap mengikuti protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19 dengan selalu menggunakan masker, jaga jarak minimal 1 meter dan selalu mencuci tangan dengan bersih. Total orang yang hadir juga dibatasi tidak lebih dari 35 orang. Hal ini harus tetap diperhatikan agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang sudah dengan keras melaksankan kegiatan ini dan selamat kepada para peserta yang sudah dilantik. Meskipun jumlah peserta hanya 10 orang tetapi merekalah yang pantas menjadi bagian dari keluarga kami karena dari sekitar 70-an mahasiswa yang mendaftar sebagai anggota Mapala Kompas per Desember 2019, hanya 10 ini yang mampu bertahan hingga saat ini. Inilah yang disebut seleksi alam,” tegas Ketut Adi Mardana. (*)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment