Saksi yang Diperiksa OJK tidak Hadir, Pengacara Terdakwa Kesal

Acong Latif. Foto: dok.

Denpasar | balinewsnetwork.com – Sidang kasus perbankan dengan terdakwa Titian Wilaras, Kamis (6/8/2020) kembali dilanjutkan.

Namun sayang, lantaran saksi yang dipanggil Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak hadir sehingga sidang pun harus mengalami penundaan.

Diketahui, saksi yang harusnya hadir adalah saksi yang sudah pernah diperiksa atau di BAP oleh pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Atas ketidakhadiran saksi tersebut, membuat tim kuasa hukum terdakwa kesal. Bahkan mereka menilai, ketidakhadiran saksi ini patut diduga saksi tidak memiliki niat baik untuk memberi keterangan.

“Kami berharap jangan sampai keterangan saksi nanti dibacakan, kerena kalau sampai dibacakan kami tidak bisa bertanya sehingga kami tidak bisa membela klien kami secara total,” kata Acong Latif, salah satu kuasa hukum Bos BPR Legian itu.

Acong juga mengatakan, bisa jadi saksi  ini memang sengaja tidak mau hadir dalam persidangan.

“Karena selama ini beberapa saksi yang sudah hadir dalam persidangan belum mampu membuktikan bahwa klien (Titian Wilaras) bersalah,” tegas Acong Latif.

Saksi-samai yang sebelumnya pernah dihadirkan, hampir sebagai besar memang tidak bisa membuktikan adanya perintah dari terdakwa kepada para direksi untuk mengambil uang dari dana BDD.

Karena itu, Acong pun menilai bahwa saksi kali ini menang sebagian tidak mau hadir dalam persidangan.

“Pertanyaan saya, kenapa mereka tidak mau hadir dalam persidangannya?. Kalau memang mau membuktikan klien kami bersalah kan harusnya hadir dong,” kata Acong bertanya tanya.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment