Sembunyikan Sabu dan Ekstasi, Pria Tamatan SMP Terancam 12 Tahun

Denpasar/BaliNewsNetwork- I Made Suarnata (32) pria tamatan SMP yang tinggal di Jalan Griya Anyar Gang Kembar Pemogan, Denpasar ini hanya bisa tertunduk lesu saat dihadirkan dalam persidangan yang berlangsung secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (4/8/2020).

Suarnata yang tidak punya pekerjaan tetap itu diadili karena ketangkap basah menyembunyikan narkotika jenis sabu seberat 0,88 gram dan 4 butir pil ekstasi seberat 3,68 gram. Akibat perbuatannya, dia pun terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Citra Maya Sari dalam surat dakwaan yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Hari Supriyanto menjerat tersangka Suarnata dengan dua Pasal dari UU Narkotika, yaitu Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 115 ayat (1).

“Terdakwa didakwa secara tanpa hak atau melawan hukum, menyimpulkan, memiliki, menguasai, atau menyediakan narkotika,” kata jaksa Kejari Denpasar itu dalam surat dakwaannya.

Dalam dakwaan juga diuraikan bahwa, terdakwa ditangkap polisi pada tanggal 11 Maret 2020 di tempat tinggalnya. Menurut saksi polisi, penangkapan terdakwa berawal dari adanya laporan masyarakat.

“Ada laporan masyarakat yang mengatakan bahwa terdakwa diduga mengedarkan narkoba,” sebut saksi polisi yang dihadirkan di muka sidang. Saksi polisi itu juga mengatakan bahwa terdakwa tidak masuk dalam TO (Target Operasi).

Disebut pula oleh saksi, saat ditangkap dan dilakukan penggeledahan badan, polisi tidak menemukan barang bukti narkoba.”Tapi saat dilakukan pemeriksaan terhadap tas pinggang yang dibawa terdakwa, kami menemukan narkoba jenis sabu,” kata saksi yang bertugas di Polresta Denpasar itu.

Selanjutnya dilakukan penggeledahan ditempat tinggal terdakwa di Jalan Griya Anyar Gang Kembar Pemogan. Ditempat ini saksi polisi menemukan narkoba jenis ekstasi. Dari pengakuan terdakwa, narkoba itu adalah milik orang yang bernama Legis (DPO).

“Terdakwa hanya diminta untuk menempel narkoba itu ditempat yang ditunjukkan oleh Legis dan atas tugas itu terdakwa mendapat imbalan berupa uang,” ungkap saksi. Namun apes, terdakwa mengaku atas pekerjaan itu dia belum mendapatkan upah dari Legis. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment