Oleh: I Made Pasek Pradnyana Wijaya

Pusat Teknologi dan Budaya, ITB STIKOM Bali

Denpasar/BaliNewsNetwork-Kamera foto 360 derajat tidak bisa disamakan dengan kamera foto biasa. Contohnya kamera Samsung Gear 360 yang optimal digunakan untuk menangkap gambar yang memiliki banyak Point of Interest (POI). Kamera 360 membantu Anda dalam memperlihatkan salah satunya keseluruhan sudut rumah secara lengkap. Maupun digunakan untuk membantu dalam berkendara, khususnya ketika ingin memarkirkan mobil. Kamera 360 yang ditanamkan dalam mobil bisa membantu dalam memperkirakan jarak ketika parkir.

Keunggulan dari kamera 360 tentu saja adalah hasil pengambilan gambar yang lebih lebar. Kamera ini bisa menangkap area foto yang lebih luas dan tak terpotong.

Seiring perkembangan teknologi, penggunaan dari kamera 360 derajat semakin meluas. Sebut saja Google yang mencetuskan video 360 derajat untuk Youtube, Facebook yang memperkenalkan kamera 360 ke dalam viturnya. Teknologi yang populer berkat kamera 360 derajat adalah teknologi virtual reality. Contoh perangkatnya adalah headset VR Oculus Rift maupun headset Cardboard Google.

Keberadaan kamera 360 derajat juga dapat digunakan untuk membuat Virtual Tour, apalagi ditengah pandemi Covid ini. Dengan adanya virtual tour, pengguna cukup duduk manis dan mengakses aplikasi atau bahkan website yang sudah mendukung virtual tour untuk bepergian ke berbagai tempat secara virtual. Contohnya virtual tour museum. Walaupun pengalaman yang didapat memang sangat berbeda dengan saat mengunjungi tempat tersebut secara langsung, setidaknya pengguna dapat melihat sekeliling isi dari museum dengan memanfaatkan teknologi virtual tour. Salah satu museum yang sudah menggunakan teknologi Virtual Tour adalah Museum Nasional Indonesia.

Sumber: smarteye.id

museumnasional.indonesiaheritage.org

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment