Litanikan Belum Terima BST Pusat Periode April, Dinsos Flotim: Tetap Akan Terbayarkan

Plt.Kepala Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur, Anselmus Yohanes Maryanto. Foto: BNN/Doc/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Pihak PT. Pos (Persero) Indonesia Cabang Flores Timur telah menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) Tahap I periode Mei 2020 pasca menyelesaikan tugas membayar sebagaimana kuotanya untuk periode April. Dibalik kegembiraan para penerima bantuan Pemerintah Pusat tersebut, masih saja muncul litani penderitaan dari Kelompok Penerima Manfaat (KPM) BST Pengganti! Jatah BST mereka untuk periode April, dinyatakan hangus!

Walau akhirnya terakomodir dan menerima nominal Rp 600.000 di pembayaran periode Mei belum lama ini, namun pada Surat Panggilan mereka tersebut, terlihat coretan tanda (X) pada code pembayaran tahap I.

“Nama saya akhirnya terakomodir sebagai pengganti salah seorang PKM di kelurahan kami, dan kemarin saya sudah menerima pembayaran BST tahap II.  Anehnya, ketika saya bertanya tentang hak saya  untuk realisasi tahap pertama sebagaimana yang tertera pada surat panggilan saya, kepada saya  dijelaskan kalau jatah saya itu sudah hangus ! Pada item pembayaran tahap I dalam surat panggilan saya itu, mereka memberikan tanda kali (X). Padahalnya dalam surat panggilan tersebut tertera nama saya dan keseluruhan tahapan pembayaran  (Tahap I, II sampai III).Bukankah setiap PKM BST Pusat berhak atas semua tahapan pembayaran tersebut ? Kog hak saya pada tahap I dijelaskan telah hangus ? Kenapa hangus dan hangus karena alasan apa?,” keluh seorang KPM BST Pusat asal Kelurahan Pantai Besar,Kecamatan Larantuka.

Walau bersyukur atas pengakomodiran  dirinya  sebagai KPM yang menggantikan seorang KPM BST di Kelurahannya,dan telah menerima kebaikan Pemerintah Pusat tersebut di pembayaran tahap II, namun warga tersebut merindukan keterbukaan dan kejujuran informasi.

“Kalau itu hak warga, ya kenapa disebutkan hangus ? dan kalau hangus, apa alasannya? Dan apakah yang disebut hangus itu hanya berlaku bagi saya atau juga dengan KPM Pengganti lainnya? Masa hanya sepotong itu penjelasannya ? Bukan soal hangusnya itu, namun ini soal hak warga! Dan warga berhak mengetahui duduk soalnya, kenapa disebut hangus itu!,” ujarnya seraya meminta Pihak Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur untuk lebih agresif menyikapi persoalan ini.

Secara terpisah, Plt.Kepala Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur, Anselmus Yohanes Maryanto  yang didampingi Kabid Penanganan Fakir Miskin pada Dinso Flotim, Ferry Beribe tatkala dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com  terkait persoalan tersebut di ruang kerjanya, Senin (22/6)  menegaskan jatah atau hak yang belum terbayarkan itu tetap akan terbayarkan kepada KPM BST yang bersangkutan .

Menurut Anselmus Y. Maryanto dan Ferry Beribe, pembayaran itu akan terjadi setelah semua tahapan pembayaran pada Tahap I ini terealisasikan. Untuk kondisi terkini, baik BRI , BNI dan PT.Pos Indonesia baru menyelesaikan pembayaran Tahap Pertama untuk periode April dan Mei serta akan dilanjutkan dengan periode Juni.

“Jadi belum sampai pada  Tahap Kedua. Kondisinya baru terealisasi Tahap Pertama untuk periode April dan Mei, dan akan dilanjutkan untuk periode Juni. Untuk Tahap Pertama ini ya, untuk tiga bulan itu: April, Mei dan Juni! Tidak ada istilah hangus ! Itu hak setiap KPM BST. Dan tetap dibayar! Memang ketika kami melakukan updating terhadap usulan pergantian sebagaimana Berita Acara pergantian dari Pemerintah Desa/Kelurahan, seluruh keuangan untuk pembayarann periode Mei sudah di drop ke semua daerah. Maka, KPM pengganti itu menerima jatahnya untuk bulan Mei,tak bisa menerima dua kali sekaligus! Karena uang untuk April dalam aturan pengelolaan bank, harus ditarik dulu, kemudian akan dibayarkan kembali. Prinsipnya, biar lambat asalkan tetap terbayarkan. Jadi tidak ada isitilah hangus!,” jelas Ansel Y.Maryanto dan Ferry Beribe. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment