Masih Terkendala Test Rapid, Wabup Flotim Minta Warga Binongko-Sagu Jujur Melapor

Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, H. Foto : BNN / Doc /Emnir

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-  Ke-21 warga Dusun Binongko, Desa Sagu, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur  Rabu (3/6) kembali menolak menjalani pemeriksaan Rapid Test. Untuk kedua kalinya mereka menolak walau Tim Gugus Tugas Kabupaten Flotim telah mengeluarkan kekuatan komunikasi edukatif secara penuh. Mereka kaget, nama mereka terdaftar dalam list hasil tracking, sedangkan mereka tidak pernah melakukan kontak erat dengan Pasien 02. Hanya ada satu nama yang akhirnya dengan sadar dan ikhlas menjalani pemeriksaan Rapid Test di hari itu. Terhadap kondisi itu, Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli meminta mereka untuk lebih jujur dan rendah hati.

Wakil Bupati Agus Boli meminta warga Desa Sagu, khususnya warga dusun Binongko  untuk secara jujur dan rendah hati melaporkan kepada Tim Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, baik di tingkat desa, Kecamatan, maupun Kabupaten, bila dirinya pernah melakukan kontak erat dengan Pasien 02.

Dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com di ruang kerjanya, Kamis (4/6)  terkait masih terkendalanya pelaksanaan pemeriksaan Rapid Test  tersebut, Wabup Agus Boli mengingatkan warga sewilayah Pasien 02 itu, bila sayang  terhadap diri, sayang keluarga, sayang Binongko, sayang Lewo Sagu Atu Matan dan sayang semua masyarakat maka sampaikan secara jujur kenyataan itu, dan dengan iklas menjalani pemeriksaan Rapid.

“Hal itu penting agar dapat mengetahui secara pasti apakah sudah terpapar tervirus atau belum. Jika sahabat-sahabat kita di Sagu, khususnya di dusun Binongko menyayangi diri, sayang keluarga, sayang Desa Sagu dan semua masyarakat, ya laporkan diri secara jujur kalau dirinya pernah berkontak erat dengan Pasien 02 dan mengikuti pemeriksaan Test Rapid, sambil melakukan karantina mandiri selama 14 hari sembari  melihat perkembangannya,” pinta Wabup Agus Boli.

Selain itu, kepada Pemerintah Desa Sagu, Wabup Agus Boli menyarankan untuk membuat kebijakan lokal Sagu Karantina Desa atau lockdown wilayah Sagu selama kurang lebih 14 hari. Cara tersebut diyakini Wabup Agus Boli dapat memudahkan pelacakan (tracking) dan menghindari kemungkinan terjadinya transmisi lokal atau transmisi komunitas.

Baginya transmisi lokal lebih berbahaya karena tidak diketahui asal usul siapa yang menularkan dan siapa sajayang tertular.

“Kerja pemerintah dalam sikon seperti ini adalah mencegah, memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di daerah ini. Cara ini bisa dilakukan ketimbang mengobati “luka yang berat“. Dengan kebijakan Sagu Karantina Desa, tentunya berdampak pada masalah ekonomi. Pihak Pemdes dapat menyiasatinya dari Dana Desa dan Pemkab Flotim akan mensuportnya dari anggaran penanganan Covid-19 itu. Namun yang lebih penting adalah faktor kejujuran dari warga yang secara nyata pernah berkontak langsung dengan Pasien 02 ini. Dengan jujur dan rendah hati, sampaikan, agar dapat diperiksa, demi kebaikan diri sendiri, keluarga dan semua kita.” ujar Wabup Agus Boli.

Tak lupa pula, pemilik APB ChanelTV itu pun meminta pihak kepolisian untuk menangkap para provokator yang semakin ramai menyebarkan pernyataan-pernyataan provokatif baik melalui media sosial maupun secara langsung pasca penetapan status AL sebagai Pasien 02 Flotim itu.

“Mohon pihak kepolisian untuk menangkap oknum-oknum provokator yang selalu menyebarkan pernyataan miring dan aneh-aneh di medsos, entah itu dengan akun palsu  atau apapun, maupun secara langsung kepada masyarakat. Karena masuk kategori ujaran kebencian. hasutan, hoax dan provokator busuk, yang mengganggu kamtibmas serta menimbulkan keresahan publik. Polisi jangan tunggu. Langsung tangkap dan diproses,” tandasnya.*(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment