Setubuhui Anak Tiri, Hadi Terancam Menua di Penjara

Foto:BNN/dok

Denpasar | balinewsnetwork.com – Sidang kasus pencabulan atau persetubuhan terhadap anak dibawah umur kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (2/6/2020). Mirisnya lagi yang menjadi korban adalah anak tirinya sendiri yang masih berusia 11 berinisial JN.

Akibat perbuatannya itu, Rasuman alias Hadi (44) yang harus dihadirkan dalam persidangan yang dipimpin oleh hakim Koni Hartanto itu terancam hukuman 20 tahun penjara. Sidang masih mengagendakan pembacaan dakwaan dari JPU Ni Luh Adhi Antari.

Usai sidang yang digelar secara virtual dan tertutup untuk umum itu, Jaksa Adhi menyebutkan, perbuatan terdakwa membuat korban yang duduk di kelas VI SD itu mengalami luka lebam dan robek pada bagian kelamin.

“Kasus persetubuhan ini dilakukan oleh terdakwa yang merupakan ayah tiri dari korban. Kasusnya terungkap setelah anak korban mengaku nyeri pada bagian kelamin saat buang air kecil dan menceritakan kejadian yang dialami kepada ibu korban,” kata Jaksa usai sidang.

Sebelum persetubuhan itu terjadi, awalnya terdakwa mengajak korban dan ibu korban jalan-jalan mengitari kota Denpasar melihat suasana malam pergantian tahun 2019 menuju tahun baru 2020.

Sekitar pukul 20.00 Wita, kembali ke kos di jalan Jln.Pandu Gang XXII. Lingkungan Tanjung Bungkak Kaja. Sumerta Kelod, Denpasar Timur. Terdakwa bernama panggilan Hadi (45) melihat ibu korban dan korban rebahan di kasur.

Tisak berselang lama, pria asal Banyuwangi itu membisikkan ke telinga korban saat ibu korban susah terlelap. “Kak ayo Kak, Ayah pingin” ucap terdakwa membangunkan anak korban.

“Terdakwa mendesak anak korban yang mengenakan celana panjang untuk mengganti dengan mengenakan celana pendek,” sebut Jaksa.

Karena terus didesak, anak korban akhirnya menuruti kemauan ayah tirinya itu. Awal jari tangan terdakwa melakukan gerakan ke kelamin anak korban. Untuk selanjutnya, celana anak korban di tarik hingga selutut.

Disamping ibu korban, terdakwa langsung menindih anak korban dan memasukkan kemaluannya ke vagina anak korban hingga melakukan gerakan sampai mengeluarkan seperma.

“Korban diancam untuk tidak bicara. Jika berani melaporkan akan dihabisi,” kata Jaksa sebagaimana tertuang dalam dakwaan.

Keesokan harinya anak korban yang mengaku nyeri saat buang air kecil didesak oleh ibunya. Setelah mengaku, ibu korban langsung melaporkan ke Polisi.

Dari hasil visum menunjukkan adanya luka robek lama pada vagina dan lebam. Ada dugaan anak korban telah disetubuhi lebih dari sekali dalam waktu yang berbeda.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment