Negatif SWAB, Rumah Karantina di Flotim Kini Tak Berpenghuni

Prosesi Pelepasan ke-11  (klaster akhir) Penghuni Rumah Karantina Khusus di Emaus Weri, Kecamatan Larantuka, Flores Timur, Kamis (21/5). Foto : BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Rumah Karantina di Emaus Weri, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, kini sudah tak berpenghuni! Seminggu setelah lima (5) dari total 17 pelaku perjalanan  klaster Lambelu (Maumere) yang menghuni rumah tersebut meninggalkan hunian sementara mereka itu, menyusul kini, di Kamis (21/5), ke-11 mereka yang sisanya !

Mereka pun dipulangkan oleh Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Flores Timur  lantaran hasil pemeriksaan sampel SWAB mereka oleh pihak Laboratorium Kesehatan Daerah NTT (Kupang) memperlihatkan hasil Negatif !

Sebagaimana yang disaksikan BaliNewsnetwork.com di acara pelepasan oleh Ketua Pelaksana Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Flores Timur, Paulus Igo Geroda, ke-11 mereka yang mendiami   rumah karantina khusus selama 40 hari lamanya itu, nampak segar bugar dalam balutan busana yang necis.

Dengan ekspresi gembira, mereka mengikuti prosesi pelepasan itu dan siap mentaati semua instruksi  pemerintah yang berkaitan dengan upaya pencegahan Covid-19 setibanya mereka di kampung halamannya masing-masing.

“Dengan hasil Negatif atas pemeriksaan sampel SWAB kalian itu maka jelas sudah bahwa kalian telah bebas dari kecemasan-kecemasan kita secara bersama-sama selama ini ! Walau demikian, ketika tiba dikampung, harus tetap menjalani isolasi mandiri selama 14 hari dengan patuh. Taatilah semua protokol pencegahan covid-19 ! Selalu mengenakan masker ketika bepergian dari rumah, jaga jarak, hindari kerumunan, selalu cuci tangan. Jangan langsung buru-buru bercengkerama dengan sesama saudara ketika tiba di kampung dan tiba di rumah.” pesan Paulus Igo Geroda.

Acara pelepasan itu pun dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa asal ke-11 penghuni rumah karantina Emaus tersebut. Bersama sanak keluarga mereka yang datang menjemput, baik Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa melakukan pengawalan dari lokasi Emaus hingga tiba di rumah masing-masing mereka.

Ke-11 mereka itu adalah LLH (49) asal Tuakepa, Kecamatan Titehena, RM (45) asal Sagu, Kecamatan Adonara, SS (34) asal Postoh, Kecamatan Larantuka, BM (50), NL (25), MT (60) asal Riangkoli, Kecamatan Tanjung Bunga , Mgti (20) asal Lamakera, serta HK (30), MAL (32), FB (9), dan FL (5) asal Lohayong, Kecamatan Solor Timur.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dari ke-17 pelaku perjalanan klaster Lambelu (Maumere) tersebut, satu di antaranya Terkonfirmasi Posisitp Covid-19 atas pemeriksaan Laboratorium Eijkman Jakarta. Hingga pemeriksaan SWAB tahap II di Laboratorium Kesehatan Daerah NTT, RB masih Terkonfirmasi Positip. RB  pun masih menjalani perawatan di Ruangan Isolasi Khusus RSUD Hendrikus Fernandez  sejak  terumumkan Terkonfirmasi Positip sambil menanti hasil pemeriksaan sampel SWAB Tahap III.

Sementara  itu ke-5 penghuni lainnya telah meninggalkan rumah karantina di Emaus tersebut pada Kamis (14/5) usai mendapatkan hasil Negatif di pemeriksaan SWAB pertama mereka oleh pihak Laboratoium Eijkman Jakarta. Usai menjalani pengambilan  sampel SWAB Tahap II serta sambil menanti hasil pemeriksaan dari pihak Laboratorium Kesehatan Daerah NTT (Kupang),kelima mereka tersebut dipulangkan kampung halaman mereka. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment