ODP di Flotim Bertambah, Warga Jangan Panik

Ativitas screening para penumpang KMP Ferry Ile Labalekan ketika tiba di Pelabuhan Waibalun, Senin (6/4). Foto : BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-  Jumlah ODP di Kabupaten Flores Timur terus bertambah. Pada posisi Minggu, 5 April 2020, Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Flores Timur merilis jumlah ODP bertambah menjadi 10 orang. Empat  di antara mereka kini sedang menanti waktu akhir masa isolasi mandiri Senin (6/4) pada pukul 24.00 Wita.

Juru bicara Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan  Covid-19 Kabupaten Flores Timur ,dokter Agustinus Ogie Silimalar kepada BaliNewsNetwork.com, Senin (6/4) mengakui adanya penambahan jumlah ODP tersebut.

“Per Minggu (5/4), jumlah warga yang telah di-screening sebanyak 4.987 orang. Dari jumlah tersebut, terdata  sebanyak 1.114 adalah para pelaku perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19. Nah, dari ke-1.114 orang tersebut, 10  orang kita tetapkan sebagai ODP atas gejala klinis. Empat di antara mereka itu  akan menjalani pemantauan terakhir hari ini, (Senin,6/4) pada pukul 24.00 Wita. Maksudnya masa karantina mandiri mereka berakhir sebentar pukul 24.00 Wita. Seperti apa perkembangan mereka, akan kami kabarkan setelah pemantauan terakhir sebentar.” urai  dokter Ogie Silimalar .

Tentang  keberadaan ke-10 ODP tersebut, dokter Ogie secara rinci menyebutkan, 4 ODP berasal dari Kecamatan Ile Mandiri, satu  ODP berasal dari Kecamatan Adonara Timur, satu  dari Kecamatan Adonara Tengah, satu   ODP  berasal dari Kecamatan Solor Barat,  dua  berasal dari Kecamatan Solor Selatan, dan satu  dari Kecamatan Tanjung Bunga.

Kepada seluruh warga Flores Timur, dokter Ogie Silimalar yang sedang menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur tersebut menghimbau agar tidak panik serta tidak memberikan stigma buruk terhadap mereka yang ditetapkan ODP itu. Status ODP disematkan kepada seseorang yang memang memperlihatkan gejala atau tanda-tanda  klinis menyerupai gejalah penderita Covid-19.

“Itu baru gejala, belum tentu positip Covid-19. PDP saja belum ada. Jadi jangan panik. Waspada si iya, namun jangan lalu memberikan stigma buruk terhadap mereka, karena masih terlalu jauh. Penetapan tersebut hanya bertujuan untuk menaikan tingkat pemantauan atau pengawasan tim selama mereka menjalani masa isolasi mandiri itu. Jadi jangan panik,” pinta dokter Ogie sembari mengharapkan semua warga untuk patuh menjalankan instruksi–intruksi yang terus digaungkan demi pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19  tersebut.*(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment