Sisir APBD TA 2020, Pemkab Flotim Dapatkan 14 M Untuk Penanganan Covid-19

Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST. Foto: BNN/Emnir

Larantuka/BaliNewsNetwork-Pemerintah Kabupaten Flores Timur akhirnya mengalokasikan anggaran penanganan Covid-19 sebesar  Rp 14 miliar. Nilai tersebut diperoleh dari hasil ‘pengumpulan’ di sejumlah pos anggaran pada APBD Tahun Anggaran 2020.  Anggaran tersebut akan digunakan untuk penanganan kesehatan, dan penanganan dampak ekonomi yang timbul akibat wabah Covid-19, serta penyediaan jaring pengaman sosial (social safety net).

“Setelah Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Flores Timur melakukan penyisiran terhadap APBD TA 2020  sebagaimana Surat Edaran Menteri Keuangan RI  serta menghimpun sejumlah anggaran dari beberapa pos kegiatan OPD yang otomatis batal terlaksana (diikuti massa) akibat larangan  dalam sikon waspada Covid-19 ini, kita dapatkan angka itu, 14 miliar. Dari Total anggaran tersebut, akan dimanfaatkan  untuk tiga (3) urusan penting, yaitu : prioritas penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi yang timbul akibat sikon yang sedang kita hadapi ini (wabah Covid-19), serta penyediaan jaring pengaman sosial,” jelas Bupati Anton Hadjon.

Pemkab Flotim pun telah menyiapkan rancangan pemanfaatan anggaran  yang dialokasikan hingga bulan Oktober 2020  dan akan segera mengajukan ke lembaga DPRD Flores Timur. Terbesar dari nominal anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk penanganan kesehatan.

“Aktivitas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Flotim ini sudah kita laksanakan sejak terbentuknya kelembagaan Satuan Tugas percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Flotim  pada 23 Maret 2020 silam. Tidak saja langkah pencegahan sebagaimana yang senantiasa kita lakukan dalam rupa himbauan-himbauan, penyemprotan disifektan, serta aktivitas screening pada setiap pintu masuk, namun juga penanganan terhadap warga (pelaku perjalanan ) yang berstatus ODP.  Kita perlu menyiapkan perangkat atau fasilitas pendukung upaya percepatan penanganan Covid-19 itu serta menyiapkan langkah antisipatif terhadap dampak yang timbul dari sikon yang sedang kita hadapi ini. Dana 14 miliar tersebut memang tidak cukup untuk tiga bidang penanganan itu, namun kita masih punya ruang untuk merealokasikan  lagi,” tandas Bupati Anton Hadjon.

Khusus penanganan  kesehatan, selain membangun koordinasi dengan pemerintah tingkat atas, Pemkab Flotim sendiri telah melakukan pre order terhadap sejumlah sarana pendukung kesehatan seperti masker, pakaian pelindung (baju astronot), thermal gun-thermal scan) serta rapid test.

“Memang kita memiliki kelangkaan logistik, baik untuk APD maupun fasilitas lainnya. Dan tentunya kita harus bergerak cepat untuk mendatangkannya. Kami sudah lakukan pre order untuk APD : masker (masker bedah dan masker N-95) , baju cover all (hazmet) lengkap, thermal gun dan 1000 rapid test. Kemarin kita telah menerima kiriman bantuan dari Dinas Kesehatan Propinsi NTT berupa  baju cover all (hazmet-lengkap 3 koli)  total 45 buah, APB lengkap 4 set, masker N95  ada 40 pcc, masker bedah 100 pcc, sarung tangan steril 200 pasang, dan 80 pcc rapid test. Ada pembahan lagi 10 hamzet. Semuanya itu kita khususkan untuk RSUD kita. Kalau ditanya apakah itu sudah cukup? Tentunya belum. Namun bila ditanya apakah sudah bisa termanfaatkan untuk pelayanan? Iya, itu sudah bisa,” papar Kadis Kesehatan Kabupaten Flotim, dokter Agustinus Ogie Silimalar  dalam rapat kerja gabungan Komisi DPRD Flotim beberapa waktu lalu.

Selain itu, Pemkab Flotim melalui Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Flores Timur juga telah merancang renovasi ruangan Kelas III pada RSUD Hendrikus Fernandez untuk dijadikan sebagai ruangan isolasi khusus  bagi penanganan Covid-19.

“Karena ini penanganan keadaan darurat maka kita tidak bisa mematok angka sekian, namun bila penggunaannya telah 75 persen, kami akan lakukan permintaan lagi,” tandas Ogie dalam tambahan penjelasannya. (Emnir)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment