Ulah KMP Ferry Ranaka, Bupati Flotim Perintahkan Lacak Eks Penumpang Ranaka

Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon kembali memperlihatkan ketegasannya terhadap ketidakpatuhan yang diperlihatkan pihak PT ASDP Ferry Cabang Kupang melalui aksi KMP Ferry Ranaka yang tiba dan sandar di Pelabuhan Ferry Waibalun-Larantuka, Jumad(3/4) pukul 04.00 wita. Nahkoda dan seluruh crew KMP Ferry Ranaka itu pun terpaksa harus berurusan dengan pihak Kepolisian Polres Flores Timur lantaran menurunkan ratusan penumpang sebelum jam sandar dan tanpa melewati prosedur pemeriksaan dari Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Flores Timur.

Bupati Antonius  Hadjon tatakala dikonfirmasi wartawan di Rujab Bupati, Sabtu (4/4) mengaku sangat berang dan sangat menyayangkan praktek tidak patuh itu.

“Disaat kita sedang berkonsentrasi penuh untuk mencegah penyebaran Covid-19 di daerah ini, mereka malah menunjukkan ketidakpatuhan terhadap apa yang telah kita instruksikan. Kepada pihak PT.ASDP Cabang Kupang, Saya selaku Bupati Flores Timur telah menginstruksikan untuk mengurangi  sementara frekuensi pelayaran dari Kupang  ke Flotim. Bahkan kami pun telah mengkomunikasikan bersama mereka, soal jam sandar, yakni pukul 07.00 wita. Nyatanya, kemarin, (Jumad,3/4) KMP Ferry Ranaka menurunkan ratusan penumpang di pelabuhan Waibalun sebelum jam sandar itu. Bahkan masih pagi-pagi buta tanpa ada pemeriksaan dari Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Flotim. Tim memang tau kalau jam sandarnya adalah pukul 07.00 wita, dan ketika mereka tiba sebelum pukul 07.00 wita, ternyata semua penumpang bersama barang bawaannya telah kosong. Saya setelah mendapat laporan terkait  kejadian itu pun langsung berkoordinasi dengan Pak Kapolres  untuk menangani persoalan itu. Dan memang, nahkoda bersama seluruh ABK-nya langsung dibawa ke Mapolres untuk dimintai keterangan.” tandas Bupati Anton Hadjon.

Walau kecewa atas kondisi tersebut, Bupati Anton Hadjon pun langsung memerintahkan Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di setiap tingkatan untuk melakukan pelacakkan terhadap para penumpang eks KMP Ranaka yang turun dan akan berdiam di wilayah Flotim itu.

“Saya langsung memerintahkan kepada Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di setiap tingkatan untuk melacak dan menginventarisir semua mereka yang turun dari KMP Ranaka dan menetap di Flotim. Tadi malam saya dilaporkan kalau tim telah berhasil menemukan 80 eks penumpang kapal tersebut. Saya perintahkan tim untuk terus melakukan pelacakan, karena berpatok pada kedatangan kapal sebelumnnya, manifest penumpang selalu berbeda dengan jumlah penumpang yang turun. Setelah menemukan dan melakukan penelusuran tentang asal usul keberangkatan, tim akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan lain sebagainya sebagaimana protap pencegahan Covid-19.” ungkap Bupati Anton Hadjon seraya mengingatkan pihak PT ASDP Ferry bersama semua crew kapal untuk kompak dan bersatu dalam memerangi penyebaran Covid -19 ini. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment