Bupati Flotim Lanjutkan Masa Home Learning

Kepala Dinas PKO Kabupaten Flores Timur, Drs.Bernadus Beda Keda,M.AP. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikandan Kebudayaan RI Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease  2019 (Covid-19) serta Instruksi Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor.443 /101 /PK / 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Resiko Penularan Infeksi Covid-19, Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon kemudian mengeluarkan Instruksinya memperpanjang masa home learning hingga tanggal 21 April 2020.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Flores Timur, Drs.Bernadus Beda Keda,M.AP yang dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com di ruang kerjanya, Kamis (2/4) mengaku telah meneruskan Instruksi Bupati Flores Timur Nomor : PKO. 420 /173 / SEKRET.1/2020 tanggal 1 April 2020 itu  kepada setiap pimpinan satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Flores Timur.

“Iya benar ada perpanjangan masa pembelajaran di rumah (home learning)  itu. Pak Bupati telah mengeluarkan intruksinya menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Instruksi Gubernur NTT atas kondisi yang darurat Covid-19 ini. Dam kami pun telah meneruskan Instruksi Bupati Flores Timur itu ke seluruh pimpinan Satuan Pendidikan di wilayah Flotim ini. Sebelumnya, intruksi home learning  tersebut sampai pada tanggal 4 April 2020,namun kini  diperpanjang lagi hingga tanggal 21 April 2020. Baik guru, peserta didik,  dan tenaga kependidikan akan masuk sekolah pada tanggal 22 April 2020,” ujar Kadis Bernad Keda yang didampingi Kabid Dikdas PKO Flotim, Yohanes Frans Ukat.

Selain menegaskan  perpanjangan masa home learning tersebut, Bupati Anton dalam intruksinya sebagaimana yang dijelaskan Kadis PKO Flotim , pun meniadakan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Tahun Pelajaran 2019/2020.

Khusus kepada para guru, Bupati Anton Hadjon mengintruksikan untuk selalu menyiapkan bahan ajar, dan tetap melaksanakan pembelajaran selama dirumahkan itu baik secara online, offline maupun dengan sistem pemberian tugas.

“Jadi guru dan tenaga kependidikan, tetap memberikan panduan, tuntutan, dan monitoring terhadap aktivitas peserta didik melalui media sosial baik melalui WhatsApp group atau sms, serta melakukan evaluasi secara rutin dan evaluasi saat sekolah kembali berjalan. Mereka wajib membuat laporan secara berjenjang kepada Kepala Sekolah , Pengawas Sekolah, dan Kepala Dinas PKO terkait proses pembelanjaran yang dilakukan selama dirumahkan itu, dan selanjutnya Kadis PKO akan meneruskan laporan  pelaksanaan home learning itu kepada Bupati Flotim.” jelas Bernad Keda sembari  terus mengingatkan baik para guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orang tua/wali,  untuk senantiasa mengontrol pelaksanaan home learning tersebut dengan tetap patuh menjalankan instruksi Pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19 tersebut. (Emnir)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment