Cegah Covid-19, Dinas PKO Flotim Tata Ruangan Pelantikan Berjarak

Situasi Berjarak dalam upacara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Kepala UPTD  Satuan Pendidikan Formal SMP dan SD lingkup Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Kamis (26/3). Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Flores Timur mendesain aula dinas  tempat berlangsungnya upacara Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Tujuh (7) Kepala UPTD Satuan Pendidikan Formal Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Dasar Lingkup Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Kamis (26/3),  mengikuti protap pencegahan Covid-19. Semuanya berjarak satu meter.

Tak hanya  mengatur jarak  pada  kursi yang ditempati ke-7 Kepala Sekolah tersebut, penataan  meja dan kursi yang ditempati rohaniwan dan para saksi pelantikan, serta meja dan kursi pejabat yang melakukan prosesi pengambilan sumpah jabatan  dan pelantikan tersebut pun diatur berjarak satu meter.

“Kita harus patuh dan mengikuti protap pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19 ini. Makanya situasi ruangan ini ditata sebagaimana yang terlihat ini. Semuanya berjarak  satu meter,“ ungkap Kepala Dinas PKO Kabupaten Flores Timur Drs. Bernadus Beda Keda, M.Ap yang mewakili Bupati Flores Timur melaksanakan upacara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan  ke-7 kepala sekolah tersebut.

Masih dengan kewaspadaan terhadap penyebaran covid-19 tersebut, Kadis Bernad Keda tatkala membacakan sambutan Bupati Anton Hadjon, mengingatkan kepada seluruh Kepala UPTD Satuan Pendidikan Formal di Kabupaten Flores Timur untuk tetap memberikan perhatian secara serius  kepada pelaksanaan pendidikan in the home tersebut.

“ Saudara –saudara dilantik pada saat ini bertepatan juga dengan kondisi mewabahnya virus corona yang melanda dunia, dan di sekitar kita. Hadirnya virus ini, melumpuhkan aktivitas pendidikan. Kegiatan pendidikan lebih banyak dilaksanakan  di rumah. Tanggung jawab pendidikan  lebih diarahkan pada komunikasi yang dibangun secara intens antara siswa , orang tua/ wali, dan para guru pada masing-masing satuan pendidikan. Siswa atau peserta didik diberikan tugas, baik secara online maupun offline, sehingga membutuhkan peran aktif , keseriusan, dan cepat tanggap dari seorang Kepala Sekolah untuk menjembatani setiap permasalah yang dialami pada tingkat satuan pendidikan. Hal ini yang menjadi tantangan bagi saudara-saudara untuk mampu membuktikan diri saudara sebagai sosok aparatur yang tangguh dan profesional dalam tugas dan pengabdian sebagai pendidik dan pemimpin yang baik,” tegas Kadis Bernad Keda meneruskan maklumat Bupati Anton Hadjon itu. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment