Warga Perantau Asal Solor ‘Disambut’ Dengan Larutan Disifektan

Situasi pengawalan warga eks perantau asal Solor ketika tiba di Pelabuhan Podor, Desa Lewohedo, Kecamatan Solor Timur, Flores Timur-NTT, Selasa (24/3). Foto: BNN/doc.pkmkal/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork-Kedatangan para perantau asal Solor di beberapa pelabuhan di wilayah Solor Timur, Selasa (24/3) disambut dengan penuh kesigapan Tim Satuan Petugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Solor Selatan dan Solor Timur. Walau tak didukung dengan peralatan memadai, namun mereka tetap melakukan penyemprotan disifektan, baik kepada diri perantau eks penumpang Kapal Lambelu itu maupun  barang bawaan mereka.

“Tidak saja kepada para  perantau yang melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya, namun penyemprotan disifektan itu kami lakukan juga kepada penumpang KM. Purnama lainnya bersama barang bawaan mereka ketika KM. Purnama sandar di Pelabuhan Podor. Bahkan di paginya, sebelum semua armada yang melayani rute Podor-Larantuka itu bergerak ke Larantuka, kami juga lakukan penyemprotan disifektan kepada semua armada laut bersama para penumpang dan barang bawaan mereka,” ujar Kepala PKM Kalike, Rita Fernandez menjawab pengkonfirmasian BaliNewsNetwork.com, Rabu (24/3).

Tidak saja melakukan tindakan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 itu, Rita Fernandez bersama timnya pun senantiasa mengarahkan ke-7 oknum pelaku perjalanan  yang barusan tiba di wilayah Solor Selatan tersebut untuk tetap patuh melaksanakan tahapan karantina mandiri. Bahkan sebelum kedatangan mereka, pihak PKM Kalike bersama Camat Solor Selatan,  dan  Pemerintah Desa asal ketujuh warga eks perantau itu, telah melakukan sosialisasi  kepada anggota keluarga mereka.

“Khusus untuk wilayah Solor Selatan, kemarin ada  7 pelaku perjalanan. Sulengwaseng, 3 orang, Lemanu, 2, Bubuatagamu 1, dan Lewograran 1. Kami mengarahkan mereka untuk patuh menjalankan masa karantina mandiri selama 14 hari itu. Bahkan bersama Pak Camat, dan Pemerintah Desa,  kami telah menemui semua anggota keluarga mereka dan mengajarkan protap atau langkah yang harus dilakukan ketika mereka tiba dan menjalani masa karantina mandiri itu. No Hp mereka pun kami mintakan dan di setiap hari kami lakukan kontak untuk menanyai perkembangan mereka.” ungkap Rita Fernandez sembari mengakui keterbatasan sarana alkes yang berurusan dengan Covid-19 tersebut.

Menyadari akan keterbatasan sarana alkes tersebut, pihak PKM lantas ngebut melaksanakan kegiatan sosialisasi. Bergandengan dengan Pemcam Solor Selatan dan semua Pemdes di wilayah kecamatan Solor Selatan serta pihak TNI dan Kepolisian di wilayah kerja mereka, Tim PKM Kalike pantang menyerah  melaksanakan sosialisasi pencegahan terhadap Covid-19 itu. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment