Pemkab Flotim Bentuk Satgas Percepatan Penanganan Covid-19

Pemeriksaan para penumpang  Kapal Lambelu yang turun di Pelabuhan Larantuka,Selasa (24/3). Foto : BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Setelah menerbitkan Surat Edarannya bernomor : Pem.130/25/PEM.UMUM/2020 tertanggal 17 Maret 2020, Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon pun mengintensifkan tindakan antisipatif  terhadap penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)  di Kabupaten Flores Timur dengan  membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19.

Dikomandani oleh Sekda Paulus Igo Geroda, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Flotim sebagaimana yang tertera dalam Keputusan Bupati  Flores Timur Nomor 138 Tahun 2020 tanggal 23 Maret 2020 itu bertugas : Meningkatkan ketahanan daerah di bidang kesehatan, Melakukan percepatan pencegahan dan penanganan Covid-19 melalui sinergi antar perangkat daerah, lembaga vertikal, dan pemangku kepentingan lainnya ,serta Meningkatkan antisipasi perkembangan  eskalasi  penyebaran Covid-19 dan Meningkatkan kesiapan dan kemampuan dalam mencegah, mendeteksi  dan merespon Covid 19.

Jangan Panik, Tetap Tenang

Langkah pencegahan pun terus dioptimalkan Pemkab Flotim dalam sinergisitas tim. Pasca Bupati Anton Hadjon mengumumkan langkah-langkah pencegahan ((Surat Edarannya bernomor Pem.130/25/PEM.UMUM/2020 ,tanggal 17 Maret 2020) aktivitas sosialisasi dan himbaun pun terlantangkan hingga ke kampung-kampung. Semunya itu bertujuan untuk membangun kesadaran warga agar menghindari peluang-peluang yang dapat menyebabkan terjangkitnya Covid-19 ini.

Jangan panik, tetap tenang ! Perbiasakan diri  dengan pola hidup sehat, cuci tangan dengan sabun , jaga stamina tubuh, Hindari kerumuman dan berbagai arahan lainnya pun lantang terseruhkan dalam gandengan kebersamaan Dinas kesehatan, Kodim 1624 Flotim dan Polres Flotim. Mereka menjejali pusat-pusat keramaian  dalam kota Larantuka dan terus membahanakan seruan mewaspadai ‘pergerakan’  Covid-19 .

Hingga ke pelosok kampung, seruan dan himbauan  serupa pun terus terlantangkan baik oleh barisan Perintah Kecamatan, Pemerintah Kelurahan dan Pemdes, maupun oleh barisan Puskesmas, Bhabimkamtibmas , Babinsa dan lembaga keagamaan.  (Emnir)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment