Ini Tanggapan Kuasa Hukum Vanessa Terkait “Kicauan” Sugiharto di Media

Valerian Libert Wangge.Foto:BNN/dok

Denpasar-BaliNewsNetwork.com | Merespon rilis Sugiharto Wijaya yang menyerang kliennya, Kuasa Hukum Vanessa, Valerian Libert Wangge dari VANDP Law Office menegaskan, jika pihaknya tidak mau mempolemikan sesuatu yang telah menjadi kewenangan Kantor Imigrasi Kelas I Ngurah Rai Bali,

“Saya tidak mau masuk dalam skenario dia. Klaim hasil investigasi dengan laporan puluhan lembar, bahkan secara vulgar menyebut beberapa nama agen properti, tidak relevan untuk saya tanggapi,” tegas pria yang akrab disapa Faris, Sabtu (23/3/2020).

Alasannya, itu sudah menjadi domainnya Kantor Imigrasi, merekalah yang diberi kewenangan oleh UU untuk melidik, menyidik, serta memberi kesimpulan.

“Namun, harap untuk dia catat, ini negara hukum yang segala sesuatu ada aturannya termasuk menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah,” imbuhnya.

Menurut Faris, yang saat ini bisa ia pastikan, jika sejak awal kliennya sangat kooperatif, datang memenuhi panggilan Kantor Imigrasi,

“Jadi jangan mencampur-adukan masalah keimigrasian dengan masalah lain, yang seolah mau mengaburkan potensi delik penggelapan adanya dugaan dengan sengaja menguasai dengan melawan hukum sebagian barang-barang milik klien kami,” katanya.

Dikatakan pendiri Himpunan Advokat Muda Indonesia ini, dirinya justeru melihat ada kejanggalan atas reaksi berlebihan dari Sugiharto Widjaya, disatu sisi terlihat mengapresiasi hukum, tapi sisi lain dia memosisikan dirinya sebagai hakim, penegak hukum bahkan hukum itu sendiri.

“Disini yang menurut saya janggal, dari statementnya ia persepsikan diri sebagai warga negara yang paham hukum, saat yang sama memosisikan dirinya sebagai hakim, penegak hukum bahkan hukum itu sendiri,” terang Faris.

Ketika pengaduan telah ia berikan dan kerugian privat telah selesai, maka hal lebih lanjut sudah jadi domain otoritas Imigrasi, “Dia itu warga yang mengadu bukan orang yang diberi kewenangan untuk mengadili dan menghakimi orang lain,” ujar Faris.

Dikatakannya, jika Sugiharto Widjaja memang punya itikad baik, semestinya dia bersedia untuk bertemu muka, saat pihaknya datangi dia di Villa Madu, juga saat proses pembatalan kontrak rumah,

Faris juga menyebut jika laim kerugian Sugiharto telah diselesaikan, yang tidak berarti klien kami otomatis bersalah. Hubungan kontraktual sudah sepakat dibatalkan dihadiri pihak agen PT.Kibarer, tapi Sugiharto ini tidak datang dan hanya mau berkomunikasi lewat telpon saat itu.

“Sekarang ruginya dia itu dimana? Justru klien kami yang dirugikan, selain dia tinggal tanpa bayar selama beberapa bulan, hingga saat ini dia tanpa hak dan ijin masih menguasai barang-barang milik klien kami. Jelas ini berpotensi melawan hukum, kami sudah serahkan kasus ini kepada aparat Kepolisian untuk mengusut,”terang Faris.

Lebih lanjut Faris mengingatkan Sugiharto Widjaya untuk bertindak fair. “Marilah bersikap fair, setelah urusan kontraktual berakhir, dia mestinya segera pergi bukan malah lanjut kontrak dengan pemilik rumah dan tanpa beban menguasai barang-barang yang bukan hak dia dan si tuan rumah,” tandanya.

Sementara merespon soal garasi tanah kosong sebagai awal mula permasalahan ini, menurut Faris pihaknya berpedoman pada adanya bukti-bukti percakapan WA antara kliennya dengan pihak Sugiharto.

Disana sangat jelas jika Vanessa mengatakan kalau tanah tersebut bukan haknya, tapi Sugiharto justru bikin peneduh diatas tanah kosong tersebut untuk memarkir mobilnya.

Sementara dalam kesempatan lain, dia mengatakan jika rumah tersebut kotor dan banyak nyamuk, “Ini alasan yang dibuat-buat. Sebelum terjadinya perikatan kontraktual, Sugiharto dua kali datang melihat Villa tersebut. Semestinya jika dia memang tidak suka, khan tidak perlu mengontrak. Disinilah ada kejanggalan lain sejak awal,” ungkap Faris.

Menyikapi soal ketidakjujuran kliennya, Faris balik bertanya, yang tidak jujur ini siapa? Bukankah pihak Sugiharto pernah mengatakan lewat Whatsapp, tidak mau reseh dan akan mencabut laporan di Imigrasi setelah uangnya kembali?

Menyinggung soal keinginan pihak kliennya saat ini, Valerian menegaskan yang kliennya kehendaki agar barang-barang miliknya dikembalikan dengan cara dan prosedural yang patut.

Bahkan menurut Faris, saat ini pihaknya sudah mengadukan hal ini ke pihak kepolisian agar bisa dibantu untuk di usut melalui mekanisme prinsip due process of law.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment