Kades Niko Beoang Itu Kades yang Membangun, Salah Dia Apa ?

Utusan Waga Desa Lewolaga  dalam pertemuan bersama Bupati Flores Timur, Anton Hadjon, di Rujab Bupati, Jumat (20/3) Mereka mendesak agar Kades  Niko Beoang dipulangkan. Foto : BNN/Emnir

Larantuka/BaliNewsNetwork- “Kami tidak puas dengan penahanan Kepala Desa kami ini, Pak Bupati ! Kami butuh Kades kami! Niko adalah Kades kami yang terbaik. Karena dia sudah buat desa kami ini baik di kepemimpinan sebelumnya, maka di pilkades baru-baru ini kami pilih dia, dan dia menang mutlak. Apa salah dia? Dia sudah dilantik dan baru-baru ini lakukan Mudes. Kenapa jadinya begini ? Kami sungguh kecewa, kami semua masih membutuhkan dia, dan mlam ini kami  pulang harus membawa Kades kami,Pak Bupati !”  seru Getrudis Ose Benu menegaskan pernyataan sikap warga desa Lewolaga yang telah disampaikan Amran Maran dan Frans Dalu Benu kepada Bupati Anton Hadjon.

Merasakan sungguh perubahan yang terjadi didesa Lewolaga semenjak Frans Nikolaus Beoang memimpin desa mereka dan merindukan kelanjutan perubahan itu di periode kedua kepemimpinan Kades Niko Beoang tersebut, memberanikan Getrudis Ose Benu untuk menyampaikan kenyataan-kenyataan itu kepada Bupati Anton Hadjon.

Menyadari keberadaan dirinya yang buta tentang politik dan hukum, Getrudis Ose Benu yang mengaku dirinya buta huruf itu tanpa tendeng aling-aling meluapkan kekesalannya terhadap kenyataan pengkotak-kontakan yang merambah hingga pada barisan BPD itu.

“Pak Bupati, di Lewolaga itu pro kontra ngeri  dari masa penjaringan hingga saat ini . BPD juga tidak pernah mengupayakan penyelesaian ini. Saya tau karena kame tobo Lewo, Pak Bupati ! Saya ini buta huruf , Niko naik jadi Kades,saya tidak punya kepentingan apa-apa, namun karena saya dan sebagian besar warga melihat kenyataan perubahan pembangunan di desa kami itu pada saat dia menjabat Kades maka kami lalu pilih dia, dan dia akhirnya menang kembali di Pilkades kemarin.  Lantas bagaimana dia melanjutkan pembangunan, kalau persoalan sepeleh ini jadinya begini ? Kami tidak terima, Pak Bupati ! Hati kami sakit sekali, ketika dalam perjalanan pulang kebun  tadi, kami mendengar pengumuman kalau Kades kami ini telah di tahan. Sakit, sakit sekali, Pak Bupati ! Dan kami datang kesini hanya dengan satu tujuan,  malam ini kami pulang harus dengan Kades kami!,” tegasnya.

Hal senada pun diungkapkan Amran Maran. Kedatangan mereka menemui Bupati Flotim tersebut bertujuan menuntut Kades mereka pulang menlaksanakan roda pemerintahannya dengan tetap menghargai proses hukum yang sedang berjalan itu.

“Mengapa kami lakukan ini? Semuanya hanya demi pelaksanaan roda pemerintahan dan pembangunan di desa kami.Tanpa kades, roda pemerintahan tidak bisa jalan, apalagi kami baru laksanakan musyawarah desa. Program baru dan kelanjutan pekerjaan Tahun 2019 baru mulai dilaksanakan, lantas kalau situasinya seperti ini, bagaimana mungkin terlaksana dengan baik? Kalau kades tidak ada, siapa yang akan berkoordinasi ? Itu alasan pertama. Alasan keduannya adalah soal Kamtibmas! Kades Niko ini menang mutlak, artinya dominan warga Lewolaga memilih dia .Dengan situasi seperti ini, otomatis mengundang kemarahan sebagian besar warga!,” jelas Amran seraya mengisahkan situasi pengkotak-kotakan  hingga terjadinya peristiwa yang lalu dilaporkan ke Polres Flotim sebagai pemukulan terhadap diri seorang wartawan itu. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment