Kades Lewolaga Ditahan, Warga ‘Serbu’ Rujab Bupati Flotim

Massa pendukung Kades lewolaga Lewolaga mendapat pengarahan Kabag Humas Pemkab Flotim dan aparat keamanan Polres Flotim sebelum  menuju Rumah Jabatan Bupati Flores Timur. Jumad (20/3) pukul 17.00 Wita. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Kepala Desa Lewolaga , Frans Nikolaus Beoang resmi ditahan pihak Kejaksaan Negeri Larantuka  pada Jumat (20/3) pasca pihak penyidik Kejari Larantuka menyatakan BAP kasus dugaan pemukulan terhadap Tedi Kelen,wartawan wartakeadilan.com itu lengkap. Mendengar kabar penahanan Kepala Desa mereka itu, warga pendukung Kades Niko Beoang langsung bergerak menuju Larantuka dan ‘menyerbu’ rumah jabatan Bupati Flores Timur. Kepada Bupati Anton Hadjon ,warga mendesak untuk memulangkan pemimpin mereka itu.

Sebagaimana yang disaksikan BaliNewsNetwork.com, rombongan pertama massa pendukung Kades Niko tiba di halaman Kantor DPRD Flotim pada pukul 17.00 wita. Terlihat Kabag Humas Pemkab Flotim, Herry Lamawuran dan beberapa anggota satuan Intel Polres Flotim mendekati mereka dan mengarahkan mereka untuk menjaga ketertiban sembari mempersilahkan para utusan untuk bertemu Bupati Anton Hadjon.

Dipimpin Amran Maran, ke-6 utusan rombongan itu  lalu menjumpai Bupati Anton Hadjon di pendopo Rujab. Kepada Bupati Anton Hadjon yang didampingi Camat Titehena, Asterius Soge, Amran Maran memaparkan kisah spontanitas warga pasca mendengar pimpinan desa mereka itu ditahan pihak Kejari Larantuka.

Amran Maran sampaikan aspirasi warga

“Pak Bupati, ini aksi spontan warga. Kami semua kaget ketika mendengar bahwa Kepala Desa kami ditahan. Kebanyakan warga barusan pulang dari kebun dan berbondong-bondong mendatangi kantor desa setelah mendengar pengumuman tentang penahanan Kades kami ini. Situasi kami di Lewolaga sudah terkotak-kotak sejak pilkades kemarin hingga hari ini. Nah, karena warga semakin membludak dan mempertimbangkan aspek kamtibmas, maka kami datang menemui Pak Bupati dan minta agar Kades kami pulang. Kami mendukung proses hukum, namun Kades kami harus pulang ! Sebelum kami bergerak ke sini, warga menitip pesan untuk harus disampaikan kepada Bapak Bupati: “kalau Kades kame peung hala, kame di peung hala (Kalau Kades kami tidak pulang,kami pun tidak akan meninggalkan kantor desa), dan kantor desa akan disegel,” urai Amran Maran seraya menggambarkan kondisi kubu-kubuan yang tercipta di situasi pilkades hingga perisitiwa ini terjadi.

Massa pun terus berdatangan disaat pertemuan itu berlangsung. Melihat kondisi itu, Bupati Anton Hadjon mengarahkan massa untuk ‘menyesaki ‘ halaman Rujab. Jumlah  utusan pun bertambah bersamaan  bertambahnya jumlah massa. Semua mereka datang dengan satu tujuan, membawa pulang Kades Niko Beoang.

Bupati Anton Hadjon pun berkali-kali menanyai komitmen warga sebagaimana yang telah diungkapkan Amran Maran atas dukungan mereka terhadap proses hukum yang sedang berjalan itu. Semua aspirasi dan kisah yang terluncur dari keterwakilan warga Lewolaga didengarnya secara saksama sembari menenangkan mereka .

Dua jam lebih pertemuan itu berlangsung. Hingga akhirnya Bupati Anton Hadjon melangkahkan kakinya menuju tangga pendopo rujab dan menjumpai semua warga yang berkonsentrasi dihalaman rujab itu. Kepada warga, Bupati Anton minta mereka untuk kembali dengan tenang dan tetap menjaga keamanan dan ketertiban di desa mereka. Walau masih diikuti dengan aksi protes, namun dibantu oleh Amran Maran cs, warga pun dengan tertib meninggalkan rujab Bupati Flotim itu. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment