Penyalur E-Warong Libe Bantah Tudingan Salurkan Beras Tidak Bermutu

Penyalur Program  Sembako Libe,Desa Liwo,Kecamatan Solor Timur,Marselinus Boli Maran. Foto: BNN/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork-Penyalur Program Sembako Elektronik Warong Gotong Royong (E-Warong) Libe-Desa Liwo, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur-NTT, Marselinus Boli Maran membantah  tudingan bahwa dirinya telah memberikan pelayanan Sembako tidak bermutu kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah layanan E-Warong Libe.

Bantahan yang terluapkan dengan nada kecewa itu diungkapkan Marselinus Maran usai dirinya menghadap pihak Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur yang menyikapi temuan yang disodorkan anggota DPRD asal Solor, Muhammmad Mahlin terkait pelayanan beras tidak bermutu bagi PKM di desa Watohari belum lama ini.

“Gara-gara laporan sepihak itu, saya dipanggil menghadap pihak Dinsos Kabupaten Flotim. Dan barusan saya menghadap Pak Ferry Beribe atas laporan itu. Saya kaget, ketika Pak Ferry memperlihatkan foto beras yang dilaporkan itu. Beras sebagaimana dalam foto itu hitam bak tercampur kopi yang oleh anggota DPRD tersebut adalah beras pelayanan dari saya selaku penyalur Program Sembako. Itu tidak benar dan mengada-ada, ! Tidak sesuai kenyataannya ! ” tandas Marselinus Boli Maran.

Diakui Marselinus, pada pelayanan di bulan Pebruari 2020, dirinya bahkan sempat menjelaskan dan menyampaikan permohonan maaf kepada para KPM atas kondisi beras yang didatangnnya itu .Beras itu sedikit bercampur dengan kulitnya.

“Memang ada kulitnya namun itu hanya sedikit, Dan disaat pelayanan tersebut, saya secara jujur dan terbuka menyampaikan  kondisi itu , dan memoon maaf kepada para PKM. Hal itu terjadi karena perahu langganan saya terlambat masuk, sehingga  saya terpaksa mengambil beras dari perahu lain. Dan para KPM menerimanya dengan baik. Tidak ada soal ! Saya kaget tatkala menerima telepon dari pihak Dinsoa  dan menyampaikan terkait laporan itu, dan lebih parahnya lagi,ketika menghadap, saya disodorkan foto beras yang tidak sesuai dengan kondisi beras yang saya layani kepada para KPM itu,” ujarnya penuh kesal.

Kabid Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur, Ferry Beribe yang dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com, Senin (24/2) membenarkan adanya laporan tersebut.  Ferry Beribe pun mengakui pihaknya telah menghadapkan pihak Penyalur E-Warong Libe dan memintai penjelasannya.

“Marselinus Boli Maran tadi telah memenuhi panggilan kami. Dia sangat koorporatif. Kami pun telah mendapatkan penjelasan darinya dan akan melakukan uji petik lapangan di pelayanan berikutnya. Tadi pun kami memberikan teguran tertulis dan yang bersangkutan telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak melakukan perbuatan yang menyimpang dari aturan program tersebut,” ungkap Ferry Beribe.

Sementara itu Muhammad Mahlin yang dikonfirmasi  terpisah membenarkan laporan warga desa Watohari yang diteruskannya ke pihak Dinsos tersebut. Bahkan dirinya berencana akan membawa persoalan tersebut  bersama  foto barang bukti beras yang diterima warga  itu dalam rapat kerja bersama pihak Dinsos.

“Untuk pelayanan baru-baru ini, warga penerima bantuan tersebut menerima beras dengan mutu yang sangat buruk. Ketika dimasak, tersembur bau yang sangat buruk.Sangat terasa baunya itu. Kami menduga ada permaianan antara pihak Dinsos dengan pemilik E-Warong tertentu dalam program tersebut. Belum lagi warga harus mengeluarkan biaya ojek sebesar Rp 50.000 hanya untuk menerima beras 6 Kg dan  6 butir ayam. Tambah pula di desa Liwo, khususnya ditempat E-Warong tersebut tidak bersinyal untuk dipasang BRI Link. Lantas desa Watohari dan Lamawai yang berdekatan dengan sinyal, tinggal ke pantai langsung gesek kartu ATM dan sejenisnya tidak terakomodir untuk urusan E-Warong itu ?”  urai Muhammad Mahlin .

Berbeda dengan Mahlin, Narti,salah seorang anggota keluarga penerima bantuan sembako asal desa Watohari mengakui kalau beras yang diterima mereka sejak September 2019 hingga Pebruari 2020  ini baik adanya. Tidak sebagaimana yang keluhkan itu. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment