14 Begal ABG Divonis Penjara, 1 Dikembalikan ke Orang Tua

Para ABG begal usai menjalani persidangan di PN Denpasar. Foto:BNN/pro 

Denpasar – BaliNewsNetwork.com | Sidang kasus begal yang melibatkan 15 anak baru gede (ABG)  dari geng donky memasuki persidanganan akhir pada persidangan tingkat pertama Pengadilan Negeri (PN) Denoasar, Senin (24/2/2020).

Hakim tunggal, Dewa Budi Watsara, pada persidangan menjatuhkan  putusan berbeda terhadap 14 pelaku dan 1 pelaku lainnya. 14 pelaku dihukum penjar, sedangkan satu pelaku dikembalikan ke orang tuanya.

“4 orang kita jatuhi hukuman 2 bulan  15 hari. 10 orang dihukun 1 bulan 20 hari dan sati orang lagi kita kembalikan ke orang tuanya karena sakit,” ucap hakim Dewa Budi Watsara, usai sidang.

Vonis.majelis hakim itu lebih ringan dari tututan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Santiawan. Pada persidangan sebelumnya, JPU dari Kejari Denpasar itu mengajukan tuntutan masing masing  4 bulan untuk empat rerdakwa, 3 bulan untuk10 orang terdakwa dan satu orang dikembalikan kepada orang tuanya.

Para terdakwa, kata  hakim Budi Watsara, dinyatkan secara sah dan meyakinkan bersalag melanggar Pasal 365 ayat (1), Ayat (2) ke-1 dan ke-2 KUHP, tentang tindak pidana  pencurian dengan kekerasan.

Para “bajing loncat” yang  divonis hakim yakni,  IGK (17), DPP (17), MRS (16), IKD (16), RPS (16), KAB (15), GYP (15), GM (15), SAS (15), DKP (14), KA (14), IGM (14), WPP (14), dan KBM (13).

Terhadap vonis hakim itu, baik jaksa maupun kuasa hukum terdakwa  dari Posbakum (PBH) Peradi Denpasar,  langsung menyatakan.menerima. 

Pantauan dari luar ruang persidangan, selama sidang digelar terdakwa selalu didampingi  para orang tua dan para kerabat. Terlibat juga dari LSM perlindungan anak dengan setia mendampingi anak-anak bengal tersebut. 

“Memang tuntutannya bervariasi, tapi  jika diakumulasinya hampir  mencapai 4 bulan bahkan i 5 bulan , karena  satu  terdakwa hampir terlibat di semua TKP,” imbuh  penasehat hukum terdakwa yang lainnya, Wulandari. 

Seperti diwartakan sebelumnya,  geng donky melakukan aksi pembegalan di beberapa tempat di seputaran Denpasar. Dari 15 anak, dua anak yang tidak ditahan karena masih berumur 13 tahun dan satu lagi kondisi sakit. Sisanya ditahan sementara di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan, Badung.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment