Wakil Ketua DPRD Flotim Kunjung Pasien DBD Di RSUD Larantuka

Mathias Werong Enay,ST, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Flores Timur, mengunjungi salah seorang bayi  berusia 5 bulan (Pasien positip DBD) asal desa Titehena (Solor Barat) di ruangan UGD RSUD Hendrikus Fernandez larantuka, Senin (10/2). Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Wakil Ketua DPRD Flores Timur, Mathias Werong Enay,ST langsung memutuskan untuk mengunjungi para pasien DBD di RSUD  Hendrikus larantuka  usai dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com, Senin (10/2) di ruang sidang DPRD Flores Timur terkait meningkatnya jumlah penderita DBD asal Solor dalam sepekan ini.

Setelah berkoordinasi dengan petugas di ruangan UGD RSUD Hendrikus Fernandez, Mathias Enay pun langsung mendatangi para pasien yang sedang menjalani perawatan pada  ruangan tersebut. Dari satu ruangan ke ruangan lainnya di ruangan UGD tersebut, sembari mencari tahu riwayat sakit dan kisah rujukkan setiap pasien yang dikunjunginya, Mathias Enay sebagaimana yang disaksikan BaliNewsNetwork.com, senantiasa memberikan peneguhan kepada keluarga pasien,baik yang berasal dari desa Kalelu dan Titehena,Kecamatan Solor Barat, maupun yang berasal dari Lato, Kecamatan Titehena.

Usai mengunjungi pasien DBD di ruangan UGD, dirinya pun langsung melangkah menuju ruangan Anggrek (Ruang Rawat Anak). Setelah berkoordinasi dengan petugas  di ruangan itu , Mathias Enay didampingi seorang petugas, lantas mendatangi ruangan kelas II tempat  dimana beberapa pasien DBD  sedang menjalani perawatan. Lagi-lagi, diruangan itu, Mathias menjumpai pasien asal desa Kalelu (Solor Barat ) dan Lato (Titehena).

“Setelah melihat dan merasakan langsung penderitaan pasien dan keluarga pasien ini, kami akan segera membangun koordinasi dengan Dinas Kesehatan Flotim untuk mendapatkan penjelasan dan  informasi detail, baik dari aspek jumlah maupun sebaran lokasinya. serta tindakan penanganannya. Perlu ada tindakan gerak cepat, karena DBD adalah jenis penyakit menular yang penularannya pun sangat cepat. Kami pun menghimbau kepada pihak RSUD dan Puskesmas untuk lebih mengutamakan tindakan medis  ketimbang tuntutan admnistrasi semisal BPJS dan lain sebagainya. SKTM dari Kepala Desa kiranya bisa membantu pasien untuk mendapatkan pelayanan medis ! Ya bila waktunya nantinya, mereka dapat mengurus dokumen-dokumen tersebut. Intinya dahulukan tindakan medis ! ”ujar anggota DPRD asal Daerah pemilihan Solor itu.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur, dr.Agustinus Ogie Silimalar yang dikonfirmasi secara terpisah mengungkapkan pada posisi 10 Pebruari 2020, jumlah warga positip DBD sebanyak 45 orang dan Suspek 6 orang. Jumlah pasien DBD yang kini sedang dirawat pada RSUD Larantuka sebanyak 10 pasien.

“Ini data sementara. Kami terus berkoordinasi dengan pihak RSUD Hendrikus Fernandez untuk mendapatkan data terkininya (setiap hari ). Memang, berdasarkan laporan dalam pekan ini, pihak RSUD banyak menerima pasien yang secara klinis mengarah ke DBD rujukkan dari Puskemas Ritaebang, Solor Barat. Dominan berasal dari desa Kalelu. Ada beberapa diantaranya yang positip DBD. Bahkan tadi kami mendapat laporan bahwa Puskesmas Ritaebang merujuk lagi 7 pasien yang tidak saja berasal dari desa Kalelu, namun juga dari desa tetangganya,yakni desa Titehena. Khusus untuk desa Kalelu,p ada Jumad (6/2), kami sudah menurunkan tim Dinkes utuk melakukan  Fogging disana. Dan karena berdasarkan laporan hari ini bahwa telah  merambat ke desa disebelahnya, Titehena, maka besok, Selasa (11/2) kami akan melakukan Fogging di desa tersebut. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment