Tuntut Hak,Rekanan dan Pekerja Proyek RS Adonara Nginap di DPRD Flotim

Bangunan RUmah Sakit Adonara, Hasil Proyek TA 2018-2019. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Pekerjaan lanjutan proyek pembangunan Rumah Sakit Adonara di Tahun Anggaran 2019 kini menuai protes dari pihak rekanan dan barisan para pekerja. Tak sekedar menumpahkan kekecewaan mereka akibat belum terbayarnya hak mereka itu dalam pertemuan bersama pihak DPRD Flores Timur di Kamis (30/1), baik pihak kontraktor pelaksana maupun para pekerja proyek bahkan memutuskan  nginap di kantor DPRD Flotim tersebut.

Bentangan kronologis pelaksanaan proyek  dari Tahun 2018 dan dilanjutkan pada Tahun 2019 dengan capaian kemajuan fisik 96-97 persen  serta kisah realisasi  keuangan yang baru mencapai 32 persen  yang diungkapkan Project Manager PT. Marabunta Citpta Laksana  Anggie Prakoso , sungguh mengejutkan dan memantik kemarahan  barisan wakil rakyat Flotim .

Ignas Uran,sang vokalis asal Partai Golkar bahkan tanpa tendeng aling-aling menumpakan kegeramannya pada Dinas kesehatan yang mendiamkan permasalahan itu selama ini.Bahkan dalam proses pembahasan anggaran TA 2019 ,pihak Dinkes pun tidak pernah menyampaikan kesulitan-kesulitan sehubungan dengan pelaksanaan proyek tersebut. Dinkes Flotim malah hanya menyampaikan target launching Rumah Sakit Adonara itu pada Tahun 2020, hingga secara kelembagaan,DPRD Flotim pun mendorong percepatan penyelesaian pekerjaan tersebut. Nyatanya realisasi keuangan baru mencapai 32 persen .

“Saya sangat menyesal mendengar pengaduan pihak rekanan dan para pekerja ini. Meskipun pekerjaannya berjalan lancar, namun baru terbayarkan ke rekanan Rp 4,8 Milyar dari nilai proyek Rp 15 Milyar ? Masalah ini tidak pernah disampaikan Dinkes dalam pembahasan APBD TA 2019. Andaikan disampaikan, kita bisa bahas,dan tidak bisa dipaksa untuk penyelesaiannya pekerjaan tersebut. Nah,kondisi ini, memang harus diselesaikan. Pimpinan, saya minta,panggil semua pihak-pihak terkait untuk  kita rapat di sini !” pinta Ignas Uran lantang dengan ekspresi marah yang tak bisa disembunyikannya.

Ketua DPRD Flotim, Robert Kreta pun memutuskan untuk menggelar agenda persidangan Rapat Dengar Pendapat yang dihadiri oleh Pihak PT PT. Marabunta Citpta Laksana pada Jumad (31/1) bersama Dinas Kesehatan,Badan keuangan dan Aset Daerah,dan PPK Proyek tersebut.

Pekerja tiduran di kantor DPRD Flotim

Walau menyaksikan komitmen DPRD Flotim dalam rapat tersebut untuk membantu menyelsaikan permasalahan yang sedang dihadapi mereka, toh barisan rekanan maupun pekerja proyek Rumah Sakit Adonara, memilih untuk tinggal di Balai Gelekat Lewotanah hingga apa yang dirindukan mereka itu terjawabi.

Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli,SH  ketika dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com terkait permasalahan yang dihadapi pihak rekanan dan pekerja proyek Rumah Sakit Adonara tersebut mengaku, langsung memerintahkan Sekertaris Daerah Flores Timur, Paulus Igo Geroda segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan, dokter Agustinus Ogie Silimalar untuk segera membereskan apa yang menajadi hak rekanan dan para pekerja itu.

“Tercermati bahwa pekerjaan pembangunan Rumah Sakit Adonara ini memang mengalami keterlambatan karena alasan teknis sampai akhir tahun 2019. Pihak rekanan melalui PPK telah mengajukan PHO pada tanggal 27 Desember 2019. Namun bersamaan dengan itu , ada pemeriksaan dari  pihak Kementerian Kesehatan. Dalam pemeriksaan itu,Tim Pemeriksa dari Kementerian itu menemukan kenyataan capaian fisik belum 100 persen, baru pada capaian 96 persen. Pada saat itu pula, ada pemeriksaan dari APIP, sehingga pihak Dinkes menunggu seperti apa kesimpulan-kesimpulan pihak pemeriksa sampai akhir Tahun 2019. Soal dana, dana tersebut masih ada di kas daerah  dan tetap menjadi hak rekanan. Namun urusannya tetap melalui aturan sebagaimana Peraturan tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.”jelas Wabup Agus Boli seraya menguraikan siklus penganggaran.

Dimanakah ruang penganggaran itu ? Wabup Agus Boli dengan melihat tingkat kemendesakkan maka akan terselesaikan melalui mekanisme penggunaan keuangan mendahului perubahan APBD 2020.

“Oleh karena itu kepada pihak rekanan dan para pekerja , mohon bersabar karena pengelolaan keuangan negara harus cermat dan hati-hati. Pemda punya itikad baik untuk membereskan semua itu karena memang masyarakat Adonara menginginkan agar  RS Adonara  cepat digunakan dalam rangka  pendekatan pelayanan kesehatan. Saya sendiri sudah  turun 4 kali  ke sana, dan terlihat Rumah Sakit Adonara sangat megah, berlantai dua. Pekerjaan sudah 96 persen, tinggal beberapa plafon dan pekerjaan kecil lainnya , maka selesailah pekerjaan itu. Pemda juga berterimakasih pada mantan Pimpinan Komisi X DPR RI bapak Pius Lustrilanang yang telah berjuang mendatangkan dana puluhan miliar untuk RSU Adonara ini.” Ungkap Wabup Flotim yang berasal dari Nusa Tadon Adonara itu. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment