Lanjutan Sidang Praperadilan Frank Lamanepa Vs Polres Flotim, Pemohon Balik Serang Termohon

Lanjutan sidang praperadilan (Replik) Fransiskus Olarugi Lamanepa Vs Polres Flores Timur di Pengadilan Negeri Larantuka,Selasa (28/1). Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsnetwork-Sidang praperadilan antara Fransiskus Olarugi Lamanepa (Pemohon) melawan Polres Flores Timur (Termohon) berisikan argumentasi saling serang ! Pasca mendengarkan dalil-dalil yang terutarakan pihak Pemohon dalam sidang pembacaan permohonan Pemohon di Senin (27/1), barisan Abdulrahman Aba Mean, Stefen A. Lindimara, Maximus M.Dolwala, I Made Lanang Dwibawa, dan Dedi Kariam Bira dalam jawaban Termohon, langsung menyerang  setiap item dalil dan pendasaran hukum yang tersebutkan pihak Pemohon itu dan berpendapat bahwa pemahaman hukum pihak Pemohon praperadilan masih sangat rendah sehingga keliru, dan mengada-ada.

Mendapat  serangan tersebut, Fransiskus Olarugi Lamanepa melalui Kuasa Hukumnya, Hendrikus Hali Atagoran,SH dalam repliknya , Selasa (28/1) pun meluncurkan serangan balik kepada Termohon. Dengan tetap mempertahankan dalil-dalil yang lengkap terurai dengan argumentasi hukumnya, Hali Atagoran sembari mengulas kisah penanganan dan dasar pijak  hukum sebagaimana Jawaban pihak Termohon atas Permohonannya itu, pun melancarkan serangan balik ke pihak Termohon.

Bagi Pemohon, Jawaban yang terurai lengkap dari pihak Termohon itu justru memperlihatkan tingkat pemahaman Termohon yang sempit dan dangkal sehingga Termohon telah bertindak tidak profesional , tidak transparan dan tidak akuntabel dalam melaksanakan tugas penegakan hukum, sehingga tidak mencerminkan kepastian hukum , rasa keadilan, serta kemanfaatannya yang merupakan tujuan dari  penegakan hukum pidana melalui sebuah  sistem peradilan pidana (criminal justice system).

Mencermati secara saksama bentangan kronologis penanganan kasus pasca pihak Termohon menerima pengaduan Paulus Igo Geroda,S.Sos,M.AP dan dasar hukum yang dikenakan sebagaimana yang diuraikan Termohon dalam Jawaban Termohon tersebut , Kuasa Hukum Pemohon itu pun secara tegas dan prinsip menyatakan tetap konsisten pada keseluruhan dalilnya dan sebaliknya menolak dengan tegas  dalil-dalil jawaban atau tanggapan Termohon kecuali  terhadap hal-hal yang diakui kebenarannya  menurut hukum.

Bagi Pemohon, dalil-dalil atau tanggapan Termohon tersebut, memperlihatkan betapa sempit dan dangkalnya pemahaman  Termohon sebagai penyelidik dan atau penyidik  tentang Hukum Acara Pidana yang salah satu fungsinya adalah bersifat represif yaitu melaksanakan dan menegakan Hukum Pidana.

Usai pembacaan replik dari Pemohon, Hakim Ahmad Ishan,S.H, usai mengisitirahatkan sementara persidangan, pun  melanjutan persidangan tersebut dengan pembacaan duplik dari Termohon.(Emnir)

Editor :Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment