ITB STIKOM Bali Bantu Wujudkan Desa Digital di Desa Guwang

Diskusi dengan Kepala Desa dan Sekretaris Desa. Foto: BNN/Dok.

Gianyar/BaliNewsNetwork-Desa Guwang adalah salah satu desa yang berada di Kabupaten Gianyar, Bali. Lokasinya sangat strategis, dilewati oleh rute menuju beberapa obyek wisata di Bali tengah dari Kota Denpasar. Salah satu obyek wisata air terjun yang ada di Desa Guwang juga tak kalah uniknya. Hal lainnya yang menarik adalah seni dan budaya, seperti kerajinan patung, ukir dan perak. Sehingga tak heran di Desa Guwang terdapat sebuah Pasar Seni yang ramai dikunjungi wisatawan. Segala potensi yang ada tersebut membuat Desa Guwang dilirik sebagai lokasi Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh Tim Dosen dan Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali.

ITB STIKOM Bali sendiri merupakan kampus Teknologi Informasi (IT) pertama di Bali yang memiliki program rutin dalam melaksanakan pengabdian masyarakat di segala sektor mayarakat dan pemerintahan di seluruh Bali. Salah satunya dilakukan di Desa Guwang, karena dengan segudang potensi yang dimiliki, belum dikelola dengan memanfaatkan IT dengan baik. Tim Dosen dan Mahasiswa ITB STIKOM Bali melaksanakan kegiatan pengabdian dengan judul “Penerapan Sistem Informasi Desa Untuk Mewujudkan Desa Digital di Desa Guwang”. Kegiatan ini dilakukan sejak bulan Oktober 2019, dan direncanakan berakhir pada bulan Mei 2020.

Beberapa program yang sudah dilaksanakan adalah diskusi dengan Perangkat Desa, Penyuluhan tentang pemanfaatan teknologi untuk Pelayanan Publik, serta Penyuluhan tentang program Desa Digital dan Sistem Informasi Desa (SID). Kegiatan Penyuluhan dilakukan pada tanggal 8 November 2020, dihadiri oleh Perangkat Desa serta para Kepala Dusun di Desa Guwang. Ni Ketut Dewi Ari Jayanti, M.Kom sebagai narasumber memaparkan, saat ini sudah ada beberapa Desa di Indonesia sebagai Desa Digital yang secara aktif memanfaatkan TI dalam pengelolaan data kependudukan, data potensi desa, menyampaikan informasi ke masyarakat, serta dalam memberikan pelayanan publik. “Dengan memanfaatkan TI, pelayanan publik akan lebih transparan, efektif dan efisien,” imbuhnya.

Foto bersama tim pelaksana, narasumber dan peserta setelah kegiatan penyuluhan. Foto: BNN/Dok.

Gde Sastrawangsa, MT., narasumber lainnya menjelaskan tentang SID. Dalam paparannya dikatakan bahwa Pemerintah sudah mengatur mengenai Sistem Informasi Desa dalam Undang-undang nomer 6 tahun 2014 tentang Desa. “Jadi Desa Guwang sudah dapat mulai menerapkan penggunaan Sistem Informasi Desa di Kantor Perbekel, yang dikelola oleh Perangkat Desa, serta dapat diakses oleh Kepala Dusun serta warga masyarakat di Desa Guwang,” tambahnya.

Ari Jayanti, yang juga sebagai Ketua Pelaksana Kegiatan mengatakan, “Kegiatan ini didanai sepenuhnya oleh ITB STIKOM Bali, jadi Desa mitra, yaitu Desa Guwang hanya perlu menyediakan tempat dan waktu selama kegiatan.”

“Kegiatan selanjutnya akan dilakukan implementasi SID di Desa Guwang. Rencananya aplikasi SID akan menggunakan OpenSID, sebuah aplikasi open source karya anak bangsa yang dapat digunakan secara gratis oleh desa-desa yang memerlukan. OpenSID Desa Guwang akan kami letakkan dalam domain web desa.id yang dikelola oleh Kominfo. Setelah itu akan ada pendampingan penggunaan OpenSID di Desa Guwang selama beberapa bulan ke depan, agar SID tetap digunakan seterusnya walaupun kegiatan pengabdian ini sudah berakhir,” tambah Ari Jayanti. (*)

 

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment