Curi Kartu Kredit dan Kuras Isinya, Mahasiswi Asal Mauritania Dihukum 3,5 tahun

Roughaya Abeidi, mahasiswa yang mencuri kartu kredit sekaligus menguras isinya hingga Rp 400 juta lebih.Foto:BNN/pro

Denpasar/BaliNewsNetwork-Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menjatuhkan vonis 3 tahun dan 6 bulan terhadap turis asal Mauritania, Roughaya Abeidi (31) yang mencuri sekaligus menguras isi kartu kredit milik Holly Jemima Hartley hingga Rp 400 juta lebih.

Majelis hakim pimpin I Made Pasek dalam amar putusannya menyatakan terdakwa yang berstatus mahasiswa itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum.

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 KUHP.” Menghukum terdakwa olah karena dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan potong masa tahanan,” tegas Hakim Made Pasek dalam amar putusannya yang dibacakan di muka sidang, Senin (27/01/2020).

Vonis majelis hakim ini sama Persia dengan tuntutan Jaksa Ni Putu Eriek Sumyanti,SH yang sebelumnya juga menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan penjara. Atas vonis itu baik terdakwa maupun jaksa sama sama menyatakan menerima.

Seperti diketahui, kasus pencurian yang dilakukan oleh mahasiswi Universitas De Nouakchoot di negara asalnya ini, terjadi pada 21 Oktiber 2019 di Ala Hostel, Jalan Drupadi, Kuta, Badung.

Berawal saat korban Holly Jemima Hartley chek in di Ala Hostel pada pukul 11.00 Wita. Setelah meletakan semua barang-barangnya, saksi korban bersama teman-temannya pergi ke pantai Seminyak hingga pukul 17.00 Wita. 

Saksi korban baru mengetahui kartu kredit dan Driving Licensenya hilang pada saat makan malam Pukul 19.00 Wita setelah orang tuanya memberi tahu di kartu kreditnya banyak melakukan transaksi. 

“Saksi korban pun terkejut dan langsung melihat dompet yang berada di dalam tas diatas tempat tidur dan ternyata kartu kredit dan Driving Licensenya hilang,” kata Jaksa Sumyanti. 

Setelah itu saksi korban pun meminta ayahnya untuk memblokir kartu kredit Bank HSBC tersebut dan melaporkan kejadian itu kepihak kepolisian. Setelah ditelusuri, bahwa kartu kredit tersebut sudah dipergunakan oleh terdakwa sebanyak 13 kali. Akibat perbuatannya, saksi korban mengalami kerugian sebesar Rp 414.222.970.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment