Ancam Sepupunya Pakai Pedang, Pria Asal Sumba Dibui 8 Bulan

Fidelis Felis Gede Mata, pria asal Sumba yang mengancam sepupunya dengan pedang. Foto:BNN/pro

Denpasar/BaliNewsNetwork-Pria asal Sumba NTT bernama Fidelis Felis Gede Mata (20), yang mengancam sepupunya  dengan membawa senjata tajam jenis pedang, pada sidang, Senin (27/01/2020) divonis penjara selama 8 bulan.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpinan I Made Pasek dalam amar putusannya menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana melakukan ancaman kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 335 ayat (1) ke-KUHP. “Menghukum terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjaga selama 8 bulan potong masa tahanan,” demikian vonis majelis hakim yang dibacakan dihadapan terdakwa.

Menanggapi putusan hakim, terdakwa yang tanpa di dampingi penasehat hukum menyatakan menerima. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Oka Surya Atmaja,S.H yang menjerat terdakwa dengan UU Darurat Pasal 2 No.12 Tahun 1951 masih menyatakan pikir pikir.

Sebagaimana terungkap dalam fakta persidangan, kasus yang menjerat terdakwa ini berawal saat terdakwa mendatangi tempat kos sepupunya bernama Christover A.T Solo pada Senin, 21 Oktober 2019 sekitar pukul 20.00 Wita.

Di tempat kos yang beralamat di Jalan Raya Sesetan Gang Pondok Indah, itu terdakwa tiba sambil menenteng pedang. “Mana BPKB motor saya (Vixion), yang di jawab tidak ada oleh saksi korban,” tulis Jaksa dalam dakwaannya.

Mendengar jawaban itu, terdakwa naik pitam dan langsung menghunus pedang dari sarungnya. Namun tindakan itu cepat dipegangi tangannya oleh skasi korban dan dilerai warga tempat.

Tidak puas sampai disitu, terdakwa yang digiring ke luar kos justru melempari batu kamar kos dari saksi korban dan sempat mengenai kepalanya. Para tetangga kos yang melihat kejadian itu langsung mengamankan terdakwa dan membawa ke Polsek Denpasar Selatan.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment