Penyegelan Sekolah Kembali Terjadi Di Flotim, Kadis PKO dan Ketua Yapersuktim Gesit Bangun Koordinasi

Kepala Dinas PKO Kabupaten Flores Timur, Bernadus Beda Keda. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Aksi penyegelan fasilitas pendidikan kembali terjadi di Kabupaten Flores Timur, Propinsi NTT  pada Rabu (22/1). Sebuah Lembaga Pendidikan Katolik Tingkat Sekolah Dasar  bernama SDK Lewolaga  di desa Lewolaga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur disegel oleh oknum warga yang mengklaim tanah tempat terbangunnya SDK itu adalah miliknya. Karena penyegelan tersebut, pimpinan sekolah itu lalu meliburkan aktivitas pembelajaran .Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Flores Timur,Bernadus Beda Keda dan Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (Yapersuktim) Keuskupan Larantuka,RD,Thomas Labina sangat menyayangkan aksi penyegelan tersebut.

Dikonfirmasi di ruang kerja Kepala Dinas PKO Kabupaten Flores Timur, Bernadus Beda Keda dan Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik (YAPERSUKTIM) Keuskupan Larantuka, RD,Thomas Labina terkait penyegelan SDK Lewolaga itu, menyatakan keprihatinan atas aksi yang sangat merugikan peserta didik itu. Bagi Kadis PKO Flotim dan Ketua Yapersuktim Keusukupan Larantuka itu, penyegelan yang ditengarai  oleh adanya persoalan sosial kemasyarakatan yang sedang terjadi di desa Lewolaga tersebut, sama sekali tidak bersentuhan dengan dunia pendidikan.

Ketua Yapersuktim Keuskupan Larantuka, RD, Thomas Labina

“ Setelah mendapat laporan tentang peristiwa penyegelan itu dan  menggali informasi lapangan, ternyata persoalan yang sedang terjadi di sana, sama sekali tidak bersentuhan atau berurusan dengan lembaga pendidikan. Kalau memang ada situasi sosial kemasyarakatan yang mungkin kurang enak di sana, (Lewolaga) kenapa sekolah yang harus sasaran ? Kenapa tidak melihat hal-hal lain, katakanlah mungkin berurusan dengan pribadi orang-orang tertentu,dan menyelesaikannya dengan yang bersangkutan,tapi kenapa melampiaskannya  ke sekolah? Jangan karena persoalan lain, lalu merugikan anak sekolah ! Bahwa ada masalah, ya pasti ada masalah! Tapi penyelesaiannya harus santun, apalagi masalah ini tidak bersentuhan dengan anak sekolah .Bila ada masalah,lakukan mediasi secara pas dan dengan santun, tidak bisa dengan menutup sekolah. Jadi bila ada pihak-pihak yang merasa ada soal, seharusnya saling bertemu, dimediasi secara pas agar substansi permasalahan dapat diketahui ,dan dengan demikian penyelesaiannya pun terurus dengan baik dan santun.”tandas Bernad Keda dan RD,Thomas Labina seraya mengajak semua pihak di desa Lewolaga untuk secara obyektif mengurai persoalan kemasyarakatan yang terjadi di sana, lalu menyelesaikannya dengan santun, tanpa harus mengorbankan lembaga pendidikan.

Keduanya pun langsung ‘tancap gas’ membangun komunikasi koordinatif pada jenjang hirarki kelembagaan yang mereka pimpin. Kepada Kepala Sekolah, Korwil Titehena, dan Pastor Paroki Lewolaga, baik Kadis Bernad Keda maupun RD,Thomas Labina,meminta mereka untuk melakukan pendekatan dengan pihak-pihak terkait untuk membebaskan prahara yang sedang membelenggu aktivitas pembelajaran pada SDK Lewolaga tersebut. Dan menurut rencana,pada hari ini,Kamis (23/1), Kadis PKO Flotim bersama Ketua Yapersuktim Keuskupan Larantuka tersebut akan turun langsung ke desa Lewolaga.

Apa pemicu Penyegelan SDK Lewolaga?

Penyegelan tersebut dipicu oleh ketersinggungan Edmundus Kuku Deornay yang oleh warga setempat mengenalnya sebagai Kebelen Lewo (unsur Tuan Tana) akibat usikan oknum wartawan wartakeadilan.com,Teddy Kelen terkait program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2019 yang masuk ke desa itu.

Upaya pengkonfirmasian oknum wartawan wartakeadilan.com tersebut pada Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Flotim belum lama ini dengan membentangkan sejumlah data ketidak beresan pelaksanaan program BSPS pada sejumlah desa penerima  termasuk di desanya Lewolaga, menyulut ketersinggungan bahkan kemarahan sebagian besar warga yang berbuntut pada perdebatan, ancaman dari beberapa oknum perangkat desa hingga luapan emosi sang Kades pada diri Teddy Kelen tatkala menghadapkan oknum wartawan itu di Kantor Desa Lewolaga belum lama ini.

Merasa terusik dengan sebutan Kebelen Lewo dalam daftar penerima program BSPS  tersebut sebagai pihak yang diistimewakan ,menyulut kemarahan pihak Kebelen Lewo yang telah menyumbangkan tanah untuk kepentingan umum, termasuk menyumbangkan lahan bagi SDK Lewolaga. Alhasil, penyegelan pun terjadi pada SDK yang kebetulan sedang dikepalai oleh ayahanda Teddy Kelen itu.

“Karena Teddy selalu menyebut Kebelen Lewo maka tersinggunglah mereka. Sumbangsi mereka terhadap kepentingan umum selama ini, sepertinya tercoreng dalam upaya pengkonfirmasian oknum wartawan itu. Mereka tersinggung karena status mereka disebut sebagai pihak yang sepertinya sangat istimewah sehingga mendapatkan bantuan rumah dalam program BSPS itu, sedangkan mereka telah menyumbangkan banyak lahan mereka bagi kepentingan umum di desa ini. Itulah soalnya,” tutur beberapa warga sembari meminta identitasnya tidak tersebutkan. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment