Gunakan Dukumen Perjalanan Palsu, Warga Ethiopia Dituntut 2 Tahun

Abdul Wahidou Compaore warga negara Ethiopia yang nekat menggunakan dukumen perjalanan palsu.Foto:BNN/pro

Denpasar/BaliNewsNetwork-Abdul Wahidou Compaore (23) yang nekat melakukan perjalanan dengan menggunakan dikomen paslu, pada sidang, Rabu (22/01/2020) dituntut hukuman 2 tahun penjara.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fajar Said dalam amar tuntutannya yang dibacakan dihadapan majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 119 ayat (2) UU Keimigrasian.

“Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja menggunakan dokumen perjalanan, tapi diketahui atau patut diduga dokumen perjalanan itu palsu atau dipalsukan,” tegas jaksa Kejari Badung itu dalam surat tuntutannya.

“Oleh karena itu memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun potong masa tahanan,” demikian bunyi tuntutan jaksa yang dibacakan dihadpan majelis hakim pimpinan I Gede Rumega.

Atas tuntutan itu, terdakwa yang didampingi pengacara dari PBH Peradi Denpasar langsung mengajukan pembelaan secara lisan. Inti dari pembelaan yang disampai oleh kuasa hukumnya itu adalah terdakwa memohon keringanan hukuman.

“Alasan terdakwa memohon keringanan karena terdakwa saat ini dalam keadaan berduka. Selain itu ibu kandung terdakwa saat ini juga dalam kondisi sakit keras yang tentu saja sangat mengharapkan kehadiran terdakwa,” sebut kuasa hukum terdakwa.

Atas pembelaan itu, jaksa mengatakan tetap pada tuntutannya. “Dengan demikian, sidang kita tunda hingga pekan depan dengan agenda putusan,” tegas hakim sembari mengetuk palu tanda persidangan usai.

Sebagaimana dalam dakwaan dijelaskan kasus ini berawal saat terdakwa tiba di Indonesia pada 27 Juni 2019 dari Ethiopia tiba di Bandara Soekarno Hatta. Tujuan ke Jakarta bertemu sesorang bernama Adama (DPO) yang menjanjikannya sebuah pekerjaan di London.

Terdekat menerima Afsma katena Pasport dari warga Burkina Faso, Ethiopia kata Adama tidak bisa diterima di London. Maka ia disarankan untuk membuat pasport palsu.

Oleh Adama, Ia dibuatkan Paspor palsu berkebangsaan Mauritius lengkap dengan stempel keimigrasian. Dalam pembuatan paspor ini, dikatakannya dibantu oleh sesorang bernama Pablo (DPO).

“Untuk berangkat ke London, Ia diminta harus melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali,”terang Jaksa.

Selanjutnya pada 16 Juli 2019 terdakwa berangkat dari Bandara Ngurah Rai Bali mengunakan pesawat Emirates Airlines dengan rute penerbangan dari Denpasar-Dubai-London.

Namun saat transit di Dubai, diketahui oleh pihak Imigrasi negraa Uni Emirat Arab (UEA) bahwa paspor yang digunakannya palsu. Akhirnya oleh pemerintah UEA dikembalikan ke Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai, Bali pada 18 Juli 2019.

Setelah melalui pemeriksaan Forensik Imigrasi, diketahui Paspor No.M147710 negara Mauritius yang dikantongi terdakwa adalah menggantikan dokumen asli data terdakwa ke dokumen lain atau dipalsukan.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment