Pasar Larantuka, Kawasan Pembuangan Sampah?

Kondisi sampah pada pintu masuk pasar Larantuka, Rabu (15/1) pukul 06.15 Wita. Foto:  BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Beberapa titik pada kawasan pasar Larantuka, Kabupaten Flores Timur terlihat bak tempat pembuangan sampah. Selain pada pintu masuk pasar, gundukan sampah sebagaimana terlihat pada Kamis (15/1), pun membukit dan berhamburan pada areal traffic light  dan sepanjang ruas jalan di samping tembok pasar tersebut.Tak terlihat tanda atau fisik Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di sana.

Kondisi serupa pun terlihat pada parit di samping toko Mentari. Parit yang mengitari kawasan tersebut bahkan  disesaki oleh timbunan sampah yang telah berubah warna dan menyemburkan aroma tak sedap. Kondisi tersebut pun menjadi “berkat” bagi beberapa jenis hewan seperti lalat, tikus, ayam kucing serta kambing. Serbuan beberapa jenis hewan tersebut pada onggokan-onggokan sampah itu, menyebapkan  sampah berhamburan hingga menutup badan jalan.

Walau sudah membukit dan berserakan, namun terlihat beberapa warga masih saja membuang sampah pada titik-titik tersebut. Bak tempat pembuangan sampah, demikianlah beberapa titik pada kawasan pasar Larantuka tersebut selalu  “berhiaskan” pemandangan tak sedap di setiap harinya.

Persoalan sampah yang senantiasa menggunung  bahkan tidak tersentuh pada sejumlah titik pada kawasan pasar Larantuka menjadi prioritas  perhatian Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Flores Timur, Servulus Satel Demoor, S.Hut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Olus Demoor demikianlah sapaan  sang Kadis itu, terkait persoalan sampah tersebut, secara tegas menandaskan, sampah bagi pihaknya bukan merupakan persoalan yang luar biasa, namun menjadi tugas mereka untuk membereskannya. Karena demikianlah dirinya ‘diutus’ Bupati Flores Timur ke Dinas Lingkungan Hidup untuk mengindahkan kota Larantuka sesuai  tupoksi dinasnya, termasuk  menyelesaikan problematika sampah.  “Angkut sampah, itu tugas, saya,” tegas Olus

Walau berjalan dengan keterbatasan armada pengangkut sampah (hanya dua dump truck sampah), Olus Demoor senantiasa menggairahkan warga dinasnya, terutama pasukan kebersihan untuk bekerja dengan hati, dan memprioritaskan kerja mereka dalam aksi melenyapkan timbunan sampah  pada titik-titik vital. Kawasan pasar, termasuk salah satu pusat konsentrasi pasukan kebersihan dan armada pengangkut sampah itu.

Mendukung kerja Dinas Lingkungan Hidup tersebut, Sekertaris Daerah Flotim, Paulus Igo Geroda yang dikonfirmasi BaliNesNetwork.com di ruang kerjanya, Selasa (14/1) mengaku telah memerintahkan Kadis DLH itu untuk segera melakukan proses pengadaan sarana angkut sebagaimana yang telah diprogramkan dinas dalam APBD Tahun Anggaran 2020 itu.

“Memang masih sangat terbatas armada pengangkut sampah yang kita miliki .DLH punya 3 armada, namun hanya dua yang beroperasi baik, sementara itu TPA kita di Riangkoli. Jarak yang sangat jauh itu membuat pergerakkan mobil pengangkut sampah kurang maksimal. Nah, ketika konsentrasi  armada itu pada titik-titik vital, seperti pasar, sudah pasti akan menimbulkan soal pada sejumlah TPS  dalam kota ini. Pasti pasti akan terjadi tumpukkan sampah di TPS, bahkan tumpah ruah. Inilah persoalannya! Dan armada pengakut memang harus kita tambah, Saya bahkan telah telah meminta dadisnya untuk juga menambahkan intensif bagi para pengangkut sampah, entah apapun namanya sesuai regulasi, karena kerja mereka termasuk kerja beresiko (aspek kesehatan),” ujar Sekda Paulus Igo yang sangat optimis Olus Demoor  bisa ‘melenyapkan’  persoalan sampah di kota Larantuka ini. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment