Diberondong Aksi Penolakan Pelantikan Dirinya, Kades Sagu Tetap Santai

Kepala Desa Sagu periode 2019-2025,Taufiq Nazrun saat diwawancarai wartawan disela-sela acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan ke-75 Kades hasil Pilkades serentak,21 Oktober 2019, di Gedung Multy Event Hall ST.Caecilia, Sarotari-Larantuka, Rabu (18/12). Foto :BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Taufiq Nazrun, Kepala Desa Sagu, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur-NTT, menanggapi santai terkait aksi penolakan pelantikan dirinya yang diikuti dengan aksi  penutupan enam (6) fasilitas umum oleh sekelompok warga di desanya itu. Dikonfirmasi disela-sela acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan dirinya bersama ke-76 kades oleh Bupati Flores Timur, Rabu (18/12), Taufiq Nazrum secara santai mengungkapkan  hal serupa  sudah berbiasa terjadi di sana ! Dirinya pun berkomitmen akan segera melakukan rekonsiliasi dengan semua komponen di desa Sagu  serta  segera berkoordinasi dengan pihak pihak Kepolisian untuk membuka kembali penutupan tersebut. Negara tidak boleh kalah dengan kelompok kecil yang memaksakan kehendak mereka itu, demikian tegas Taufiq Nazrun.

Baginya keputusan pelantikan dirinya bersama ke-76 kades se-kabupaten Flores Timur oleh Bupati Flotim tersebut adalah sudah sangat tepat . Dalam kehidupan berdemokrasi, demikian Taufiq Nasrun melanjutkan penjelasannya, semua pihak harus bisa menerima segala konsekuensi dari pelaksanaan berdemokrasi itu sendiri.

Kades Sagu,Taufiq Nazrun

“Peristiwa hari ini adalah bagian dari pelaksanaan demokrasi itu sendiri.Dan karena kita menganut sistem demokrasi maka kita harus bisa menerima segala konsekuensinya itu . Kita harus saling menghargai. Dan keputusan  pelantikan diri saya ini, bagi saya adalah keputusan yang sudah tepat. Saya akan segera melakukan rekonsiliasi dengan semua komponen di desa Sagu, dan membuka kembali fasilitas pemerintah yang ditutup oleh sekelompok warga itu. Saya menginginkan agar pihak Kepolisian bisa bertindak tegas!,” ungkapnya tegas !

Sejalan dengan konsep menyatukan kembali (rekonsiliasi) semua sumber daya di desanya tersebut, Kepala Desa Sagu periode 2019-2025 itu pun telah memantapkan tekadnya untuk segera membangun koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Flotim dan pihak Kepolisian Flores Timur  untuk menemaninya disaat dirinya membuka akses pelayanan publik yang telah ditutup sekelompok warga desa Sagu dijelang pelantikan dirinya tersebut

“Saya akan berkoordinasi dengan aparat keamanan di sana, bila perlu saya sendiri datang berkoordinasi dengan pihak Polres Flotim untuk jaga saya ketika saya buka kantor desa yang telah mereka tutup itu. Bila disaat saya buka kemudian ada gerakan perlawanan, maka saya minta aparat kepolisian untuk tangkap saja ! Itu tindakan anarkis. Feodal adalah musuh revolusi, kata Tan Malaka, olehnya kita harus lawan ! Negara harus tidak boleh kalah dengan aksi kelompok-kelompok kecil yang memaksa kehendak mereka!,” tandas Taufiq Nasrum seraya menginformasikan situasi di desanya sedang dalam keadaan aman.

Senada Kades Sagu terlantik tersebut, Ketua Pembina Pusat Gerakan Intelektual Muda Indonesia Timur, Rifais Lamahoda sembari menegaskan kembali prinsip Feodal adalah musuh revolusi tersebut menegaskan,  pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan gerakan (aksi ) mendesak  Pemda Flotim untuk segera melakukan komunikasi dengan pihak Polres Flotim menangkap pelaku-pelaku yang melakukan penghalangan terhadap pelayanan publik tersebut.

“Seperti yang dikatakan kades Sagu tadi, Feodal adalah musuh revolusi, dan kalau dibiarkan maka akan menimbulkan masalah yang lebih besar lagi disana. Dalam waktu dekat ini kami akan lakukan aksi, mendatangi Pemda Flotim dan Polres Flotim,” tandas Rifais Lamahoda.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh media ini, pada Senin (16/12) sekitar 20an warga desa Sagu melakukan penutupan terhadap Puskesmas Sagu, Kantor Desa Sagu, dan 4 Sekolah Dasar yang berada di desa tersebut. Aksi tersebut dipicu oleh belum puasnya mereka akan jawaban detail dari Pemkab Flotim terhadap gugatan mereka terkait kecurangan yang ditemukan  dalam pelaksanaan Pilkades. Sehari sebelum melantik ke-75 kades hasil pilkades  serentak tersebut, (Selasa,17 Desember 2019) Bupati Flores Timur, Anton Hadjon bahkan berkunjung ke Sagu dan bertemu dengan kelompok yang menolak pelantikan Taufiq Nasrum itu dan memberi penjelasan secara langsung kepada mereka. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment