Terlibat Kasus Pemerasan, Nopix Diadili di PN Denpasar

Kadek Saputra alias Nopix.Foto:BNN/pro

Denpasar/BaliNewsNetwork-Kadek Saputra alias Nopix (35) harus berhadapan dengan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar karena diduga melakukan tindak pidana pemerasan. Sidang, Kamis (04/12/2019) yang dimpin Hakim I Wayan Gede Rumega, SH., MH., masih mengagendakan pembacaan dakwaan dari jaksa.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Santiawan mendakwa terdakwa melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 ayat (1) KUHP dan Pasal 378 KUHP.

Dalam dakwaan yang dibacakan terungkap, kasus yang menjerat terdakwa ini, berawal saat seksi I Nengah Nyanyo dan saksi I Ketut Mudra yang merupakan juru parkir resmi dari PD Parkir kota Denpasar yang bertugas di area parkir Rumah Sakit Umum Bhakti Rahayu didatangi oleh terdakwa bersama teman-temannya.

Kepada kedua saksi, terdakwa mengatakan bahwa areal parkir RS Bhakti Rahayu merupakan area yang masuk dalam wilayah Banjar Lumbung Sari. Sehingga, terdakwa meminta kepada kedua saksi untuk menyerahkan uang masing-masing sebesar Rp 150.000 setiap bulannya kepada terdakwa atas izin Klian Banjar Lumbung Sari, yaitu seksi I Gusti Ngurah Made Sidharta.

“Terdakwa juga mengatakan, apabila kedua saksi tidak bersedia memberikan uang Rp 150.000 perbulan, maka terdakwa akan mencari orang atau mempekerjakan orang lain memungut parkir areal di RS Bhakti Rahayu tersebut,” terang JPU dalam dakwaannya.

Atas perkataan terdakwa, kedua saksi pun percaya dan menurutinya, sehingga kedua saksi menyerahkan uang yang diminta terdakwa masing-masing sebesar Rp 150.000 per bulan. Pada bulan berikutnya yaitu bulan Mei 2017 terdakwa datang dan mengambil uang parkir tersebut.

Setelah mengambil uang, terdakwa menyerahkan kwitansi kepada kedua saksi. Namun, setelah dicek, dalam kwitansi tersebut tidak ada stempel dari pihak Banjar Lumbung Sari, melainkan menggunakan stempel dari salah satu ormas.

Melihat itu, kedua saksi pun melaporkan temuan ini kepada pihak rumah sakit. Di bulan berikutnya terdakwa datang lagi dan kembali meminta uang parkir tersebut. Oleh kedua saksi, terdakwa diminta menjelaskan mengenai penguatan perbulan sebut kepada pihak manajemen RS.

Pungutan yang diminta oleh terdakwa kepada kedua saksi ini berlangsung mulai bulan Maret 2017 hingga Desember 2017. Terdakwa akhirnya ditangkap polisi saat kedua saksi menitipkan uang parkir tersebut kepada Gede Darmawan alias Bebek.

Pada saat terdakwa mengambil uang dari Darmawan, terdakwa ditangkap polisi. Dalam dakwana diterangkan, kedua saksi menyerahkan uang pungutan itu karena percaya dengan perkataan terdakwa.

“Selain itu kedua saksi juga mengatakan memberikan uang tersebut karena takut, sebab saat terdakwa datang, terdakwa ditemani orang-orang berbadan besar. Selain itu, karena kedua saksi diancam diganti orang lain bila tidak menyerahkan uang,” kata JPU dalam dakwaannya.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment