Komplotan Pembobol Vila Dituntut 2 Tahun Penjara

Empat terdakwa pembobol vila saat mendengar tuntutan jaksa yang dibacakan PN Denpasar.Foto:BNN/pro

Denpasar/BaliNewsNetwork-Danu Saputra (27), Aditya Ramadan alias Rama (19), I Gede Raka alias Yande (28), dan Agus Gede Swatika alias Agus (26) komplotan pembobol salah satu vila di Sanur, pada sidang, Kamis (04/12/2019) masing-masing dituntut dengan pidana penjara 2 tahun.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Dewa Nyoman Wira Adi Putra yang diwakili Jaksa I Made Dipa Umara dalam surat tuntutannya menyatakan, keempat terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP.

“Memohon kepada majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman kepada para terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama 2 tahun kurangi selama para terdakwa dalam tahanan,” tegas jaksa Kejati Bali itu dihadapan majelis hakim pimpinan IGN. Putra Atmaja.

Atas tuntutan ini, keempat terdakwa memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim dengan bermacam alasan.”Sidang kita tunda hingga pekan depan dengan agenda putusan. Sekarang para terdakwa silakan kembali ke tahanan,” tegas hakim sembari mengetuk palu.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus yang menyeret keempat terdakwa hingga ke pengadilan berawal saat saksi Robin John Chandra Byulund dan saksi Nani Winarni pada tanggal 4 Agustus 2019 sekira pukul 12.00 WITA meninggalkan vila yang teramat yang beralamat di Jalan pungutan nomor 103 B Desa Sanur.

Sementara pada saat yang hampir bersamaan, keempat terdakwa dengan menggunakan sepeda motor berkeliling daerah Sanur untuk mencari vila yang kosong. Para terdakwa akhirnya menemukan vila milik saksi yang dalam keadaan kosong dan terkunci.

Melihat itu terdakwa Agus Gede Swastika langsung masuk ke villa dengan cara melompat tembok yang di kemudian diikuti oleh dua terdakwa lainnya. Sementara satu terdakwa atas nama Aditya Ramadan alias Rama menunggu di tempat parkir sambil mengawasi keadaan.

Setelah berhasil masuk kedalam vila dengan cara mencongkel pintu, ketiga terdakwa langsung menggasak barang barang berupa, laptop, handphone, kamera, 2 buah tas ransel, perhiasan emas dan perak serta barang-barang berharga lainnya.

“Barang-barang yang berhasil dicuri tersebut dimasukkan kedalam tas yang dibawa oleh terdakwa Danu Saputra. Setelah itu para terdakwa meninggalkan vila” ujar JPU. Barang-barang yang dicuri kemudian dijual seharga Rp 10 juta.

Uang hasil penjualan dibagi berempat dan masing-masing mendapatkan bagia Rp 2,5 juta. Akibat perbuatan para terdakwa, saksi korban Robin John Chandra dan Nani Winarni mengalami kerugian sebesar Rp 80 juta.(pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment