Impor Ratusan Butir Psikotropika, Asisten Pengacara Asal Taiwan Divonis 8 Bulan

Lian Hao Cheng, asisten pengacara asal Taiwan yang divonis 8 bulan penjara.Foto:BNN/dok

Denpasar/BaliNewsNetwork-Wisatawan asal Taiwan bernama Lian Hao Cheng (32) yang kedapatan membawa ratusan butir psikotropika golongan IV dari Taipe ke Denpasar, Selasa (03/12/2019) vonis 8 bulan penjara.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpinan Esthar Oktavi dalam amar putusannya menyatakan pendapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddy Artha Wijaya yang menyatakan terdakwa terbukti bersalah mengimpor psikotropika golongan IV.

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.”Menghukum terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 8 bulan,” tegas hakim dalam putusannya.

Putusan ini lebih ringan 4 bulan dari tuntutan jaksa. Dimana pada sidang sebelumnya, JPU Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali itu menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun. atas putusan ini terdakwa didampingi pengacara Iswahyudi Edy menyatakan menerima.

Sementara itu, sebagaimana dalam dakwaan jaksa yang dibacakan dimuka sidang sebelumnya dijelaskan, terdakwa yang berprofesi sebagai asisten pengacara itu ditangkap 27 Juli 2019 di terminal kedatangan Bandara Ngurah Rai sekitar pukul 17.00 WITA.

Dijelaskan, saat itu terdakwa yang baru saja turun dari pesawat usai menjalani penerbangan dengan rute Taipe-Denpasar masuk kedalam terminal kedatangan dan menjalani pemeriksaan selayaknya penumpang lainnya.

Saat itu petugas Bae Cukai bernama Dwi Wahyudianto dan Arif Dana Sayoga melihat di layar monitor mesin X-Ray ada benda yang dilarang dibawa oleh penumpang berada dalam tas koper milik terdakwa.

Awalnya terdakwa tidak mengaku saat ditanya oleh petugas apakah terdakwa membawa narkotika atau psikotropika. “Saat ditanya terdakwa menjawab tidak membawa,” ujar jaksa Kejati Bali itu.

Atas hal itu, petugas pun melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap terdakwa maupun barang-barang bawaannya. Hasil pemeriksaan, petugas menemukan ratusan butir tablet yang diduga psikotropika golongan IV.

Diantaranya, 240 butir tablet warna putih pucut bertulisan Diazepam, 110 butir tablet berwarna putih bertulisan Clonopam dan 139 butir tablet berwarna ungu. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata ratusan tablet yang dibawa terdakwa itu mengandung sediaan psikotropika.

Kepada petugas terdakwa mengaku ratusan butir tablet mengandung psikotropika itu adalah miliknya yang dibawa dari Taipe.”Terdakwa juga mengaku tidak memiliki izin atas kepemilikan ratusan butir pil yang mengandung psikotropika itu,” pungkas jaksa.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment