Mengaku Sudah 4 Tahun Jadi Gigolo, Korban Dibunuh Karena Terdakwa Dihina dan Ditampar

Bagus Putu Wijaya usai menjalani sidang di PN Denpasar.Foto:BNN/pro

Denpasar/BaliNewsNetwork-Sidang kasus pembunuhan sales promotion girl (SPG) berinisal YP di penginapan Teduh Ayu 2 di Jalan Kebo Iwa Utara Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Utara dengan terdakwa Bagus Putu Wijaya, Senin (2/12/2019) kembali lanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Sidang yang dipimpin Hakim Esthar Oktavi sudah masuk pada agenda pemeriksaan terdakwa. Di muka sidang Hakim meminta kepada terdakwa menceritakan awal mula kasus yang menyeretnya ke pengadilan tersebut.

Terdakwa mengatakan awalnya mengenal korban melalui aplikasi michat. Melalui aplikasi michat, korban dan terdakwa sudah membicarakan soal rencana korban menyewa jasa terdakwa sebagai gigolo.

“Saat korban masuk di aplikasi michat dan di komunitas kami, maka korban sudah tahu kalau saya adalah gigolo dan korban menyewa jasa saya dengan imbalan satu buah handphone,” ujar terdakwa di muka sidang.

Ketika ditanya alasan membunuh korban, terdakwa yang ditangkap di Manado, Sulawesi Utara ini mengaku kesal karena merasa dihina dan juga ditampar oleh korban.

“Awalnya kami main. Setelah itu korban marah dan menampar saya satu kali karena mengaku tidak puas. Setelah itu saya mandi. Habis mandi dia ngajak main lagi tapi waktu itu saya sudah lemas,” data korban kembali mengaku bahwa pada saat itu kondisi fisiknya memang sedang drop.

Meski sudah dua kali dijos oleh terdakwa, korban tetap mengaku tidak puas. Di sana korban dikatakan kembali marah sembari menampar pipi terdakwa sebanyak dua kali. tamparan kali ini nampaknya membuat kesabaran terdakwa habis.

“Setelah saya di tampar dua kali saya langsung emosi dan memiting leher korban dari belakang kurang lebih selama 5 menit sampai korban lemas. Setelah korban lemas, tubuh korban saya naikkan ke atas tempat tidur wajahnya saya tutup dengan handuk,” aku terdakwa.

“Berapa lama saudara terdakwa jadi gigolo,” tanya Hakim Hariyanti yang dijawab terdakwa sudah 4 tahun menjalani profesi tersebut.”Empat tahun menjadi gigolo sudah capek apa belum. Sudah berhenti saja, cari pekerjaan lain ya,” kata majelis timpal hakim.

Stelah menghabisi nyawa korban, terdakwa pergi dari penginapan membawa serta mobil milik korban. Mobil itu menurut terdakwa digadaikan ke temannya yang bernama Jro Komang senilai Rp 10 juta. Uang hasil gadai mobil itu oleh terdakwa di gunakan untuk ongkos ke Manado dan berikan kepada istrinya.(pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment