Diburu Tim Patroli  Laut Flotim, 6 Nelayan Ende Tinggalkan Kapal, Dua Berhasil Diringkus

Kedua nelayan asal Desa Maubasa Barat, Kecamatan Ndori-Ende berhasil diringkus Tim Patroli Gabungan Flotim karena melakukan pengeboman ikan di perairan Ojandetun,Kecamatan Wulanggitang-Flores Timur, Jumat (20/11).  Foto: BNN/.doc.posmatAL/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Dua dari enam nelayan asal desa Maubasa Barat, Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende-NTT  yang melakukan pengeboman ikan di perairan Ojandetun, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Jumat (29/11) pukul 13.15 Wita berhasil diringkus  Tim Patroli Laut Gabungan  Kabupaten Flores Timur di pantai Pruda-Sikka. Kedua pelaku  bersama semua barang bukti langsung diserahkan Tim Patroli Gabungan kepada Penyidik PPNS  pada Satker Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Flores Timur usai tiba di Larantuka.

Ketua Tim Patroli Gabungan, Apolinardus Y.L.Demoor kepada balinewsnetwork.com  meriwayatkan, usai menerima informasi dari Pokmaswas Ojandetun tentang aktivitas pengeboman yang dilakukan oleh  nelayan asal Ende dengan menggunakan dua kapal jolor berukuran 2 GT, Tim Patroli Gabungan yang beranggotakan 2 Prajurit Posmat TNI AL Flotim, 6 staf Bidang Pengawasan Sumber Daya dan Perijinan Usaha pada Dinas  Perikanan Flotim serta 1 anggota WCS  langsung meluncur ke lokasi sasaran.
“Kami tiba di perairan Ojandetun sekitar pukul 12.30 wita dan tidak menemukan kedua jolor yang diinformasikan itu. Namun dari arah pantai, anggota Pokmaswas memberi isyarat dengan bendera berwarna merah  bahwa pelaku pengeboman sudah bergeser menuju wilayah perairan Pruda-Sikka. Kami pun bergerak ke sana, dan pada jarak  kurang lebih  250 meter, melalui teropong, kami  melihat ada 2 jolor melajuh dengan kecepatan tinggi .Kami pun tancap gas dan melakukan pengejaran,” kisah Dus Demoor yang diamini Danposmat TNI AL Flotim, Serka Mohamad Sangidun.

Tatkala semakin jelas  terlihat identitas  kapal pelaku pengeboman tersebut, pada jarak kurang lebih 80 meter, Serka Mohamad Sangidun melepaskan tembakan peringatan  ke udara sebanyak 3 kali. Bukannya berhenti,  kedua jolor tersebut malah bermanuver  ke arah tepian pantai yang penuh batu karang dan tebing yang sangat terjal. Kondisi itu pun menyulitkan  Sea Raider yang ditumpangi Tim Patroli Gabungan.

Tak hilang akal, sembari  mengimbangi manuver sang Kapten Sea Raider untuk mendekati jolor yang sudah ditinggalkan awaknya itu, Serka Mohamad Sangidun  sebagaimana yang dikisahkan Dus Demoor, lagi-lagi  melepaskan tembakan peringatan. Ledakan dari pistol Danposmat TNI AL Flotim tersebut pun tidak menghentikan usaha pelarian mereka.  Ke-6 nelayan tersebut terus menepi hingga mencapai daratan dan  terus bergerak menyelamatkan diri di bebukitan yang terjal itu.

“Upaya pengejaran pun berlanjut di daratan bertebing terjal itu pasca Prajurit Posmat TNI AL berhasil  merengsek ke tepian pantai atas bantuan nelayan setempat. Pada jarak 150 meter, Serka Mohamad Sangidun masih melihat ke-6 pelaku tersebut berlarian beringan, namun kemudian berpencar ke arah tebing menuju puncak bukti tersebut. Empat kali ledakan  peringatan  kembali terdengar dari pistol Serka Sangidun. Pada pukul 13.50 wita anggota Posmat AL tersebut berhasil mengamankan 2 dari 6 pelaku pengeboman yang bersembungi di tebing pantai Pruda.

“Pada Pukul 14.00 Wita Tim Patroli Gabungan berhasil mengamankan Mansyur Salih (25) dan  Maswan Balla (29) yang keletihan dibalik tebing. Sedangkan ke-4 lainnya terus merengsek menyelamatkan diri ke puncak bukit yang terjal itu. Tim yang berada di Sea Raider lalu mengamankan kedua jolor yang berisikan barang bukti. Kedua pelaku bersama semua barang bukti tersebut lalu dibawa ke Larantuka dan diserahkan kepada penyidik PPNS Perikanan untuk diproses hukum,” urai Dus Demoor mengisahkan perburuan terhadap pelaku pengeboman tersebut. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment