Bocah 2,5 Tahun Disiksa Pacar Ibunya Hingga Patah Tulang

Balita 2,5 tahun yang menhalamm kekerasan fisik hingga patah tulang.Foto:BNan/ist

Denpasar/BaliNewsNetwork-Kekerasan terhadap anak menimpa balita perempuan berusia 2.5 tahun, inisial KMW, disebuah rumah kos-kosan di seputaran Jalan Teuku Umar Barat Denpasar.

Pelakunya adalah pacar ibunya, Hari Juniatta (22). Akibatnya, balita ini pun mengalami patah tulang paha sebalah kanan, luka dikelamin, kepala benjol dan terdapat cekikan pada leher kanan.

Kasus kekerasan anak ini terjadi Kamis (21/11/2019) malam. Sehari kemudian kasusnya dilaporkan oleh kakek korban Muhamad Ali Wijaya (50) ke Unit Perlindungan Anak dan Perempuan Satreskrim Polresta Denpasar.

Saksi Ali melaporkan pelaku kekerasan adalah Hari Juniarta pacar dari ibu korban KDR (20), Khofifah Dwi Ramadhani.
Seingat saksi yang tinggal di Jalan Gunung Sraya 1A, Denpasar Barat, korban sempat diajak ibunya (KDR) ke rumah kos pacarnya sekitar pukul 22.30 wita.

Namun sampai disitu, Ali tidak mengetahui persis kekerasan yang dialami cucunya tersebut. Dia hanya mendapat kabar dari istrinya, kalau cucunya berada di rumah sakit Sanglah Denpasar, pada Jumat (22/11/2019) sekitar pukul 02.00 wita.

“Saya kaget istri bilang cucu saya di rumah sakit. Pas waktu itu saya di Jimbaran terima orderan,” kata Ali yang bekerja sebagai ojek online itu.
Saksi mengatakan, memang saat korban berada di rumah kos pelaku, istrinya sempat meminta dirinya untuk segera menghubungi anaknya (KDR) agar segera membawa cucunya pulang.

“Saya hubungi anak saya agar membawa Mei (panggilan korban) pulang. Beberapa jam ditunggu tetap gak datang, saya hubungin lagi cuman dijawab ‘Ya’ sampai kejadian ini,” bebernya.

Diungkapkanya, sang cucu mengalami kekerasan pada bagian kepala yang benjol, badan terasa sakit atau memar, ada cekikan di lehernya, paha bagian kanan korban mengalami patah tulang dan bagian organ intim ada luka memar.

“Ada benjol dikepala, leher kanan kiri ada bekas cekikan, sakit dibagian badan, pahanya patah dan ada luka pada kelaminnya. Itu hasil visum dari dokter,” terangnya.

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan mengatakan pihaknya tengah menyelidiki kasus kekerasan yang dialami korban. “Kami masih selidiki dulu mencari keterangan saksi saksi lainnya,” tegasnya Rabu (26/11/2019).(pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment