Ditangkap Usia Ambil Tempelan Sabu, Buruh Harian Lepas Dituntut 15 Tahun

I Gusti Kadek Suarjaya, buruh harian lepas usai menjalani sidang di PN Denpasar. Foto:BNN/pro

Denpasar/BaliNewsNetwork-I Gusti Kadek Suarjaya buruh bangunan berusia 39 tahun yang menjadi terdakwa dalam kasus narkoba, Rabu (20/11/2019) dituntut hukuman 15 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Junaedi Tandi dalam surat tuntutannya yang dibacakan di muka sidang pimpinan Hakim Ageliky Handajani Day menyatakan terdakwa yang tinggal di Tabanan itu terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (2) UU narkotika.

“Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana, menyimpan, memiliki, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I yang beratnya diatas 5 gram. Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 15 tahun,” tega jaksa dalam surat tuntutannya.

Selain menuntut hukumam penjara, jaksa Kejati Bali itu juga memohon kepada majelis hakim untuk mengjatuhi hukumnya denda Rp 15 miliar.” Apbila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 6 bulan, ” pungkas jaksa.

Atas tuntutan itu, terdakwa hanya bisa memohon agar majelis hakim menjatuhkan vonis lebih ringan dengan alasan terdakwa adalah tulang punggung keluarga. Namun JPU tetap pada tuntutan yang dibacakan sebelumnya.

Seperti dikatahui, dalam dakwaan jaksa sebelum diterangkan, terdakwa ditangkap polisi pada tanggal 11 Agustus 2019 silam sekira pukul 20.30 WITA di Jalan Pondok Asri, Kita Utara, Badung.

Sebelum ditangkap, terdakwa diminta oleh orang yang bernama pak Yan Jaya untuk mengambil tempelan sabu di Gatsu Barat tepatnya di bawah tiang listrik di depan CV Adi Jaya.

Ditempat ini, terdakwa mengambil satu buah bungkus rokok, sabu buah dompet kecil dan satu paket yang dibungkus dengan plastik warna hitam dan memadukan kepada tas yang dibawanya.

Tapi apes, usai mengambil tempelan, tidak lama kemudian terdakwa ditangkap polisi dan saat itu pula langsung dilakukan penggeledahan terhadap diri terdakwa. “Dari penggeledahan itu polisi mengamankan empat laketan sabu dengan berat total 6,44 gram,” ungkap JPU dalam dakwaan.

Menurut pengakuan terdakwa, paketan sabu yang ada padanya itu, nantinya akan ditempelka kembali ditempat lain atas perintah pak Yan Jaya. Menurut pengakuannya lagi, dia sudah menjalankan perintah pak Yan Jaya lebih dari 20 kali dengan upah Rp 50 ribu sekali tempel.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment