Lanjutan Perdamaian Desa Wailolong-Bantala, Beringin Tanaman Perdamaian

Tokoh Adat desa Wailolong,Yohanes Belawa Daton sedang mendaraskan doa adat di acara penanaman Pohon Perdamaian pada acara lanjutan Perdamaian antara Desa Wailolong dan Bantala di desa Wailolong,Senin (18/11). Foto: BNN/Emnir.

Ile Mandiri /BaliNewsNetwork.com-Setelah mendaraskan doa adat, Pembesar Adat desa Wailolong, Kecamatan Ile Mandiri, Yohanes Belawa Daton menyerahkan anakan tanaman Beringin kepada Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli,SH untuk ditanam. Hal yang sama pun dilakukan Yohanes Belawa Daton ketika menyerahkannya kepada Pastor Paroki St. Alfonsus Maria De Liguori Lewotala dan Pastor Paroki Riangkemie.

Doa dan Berkat anakan Beringin oleh Pator Paroki Riangkemie dan Lewotala

Penanaman dua anakan tanaman Beringin pada kawasan koke bale Wailolong yang disaksikan oleh barisan tokoh adat desa Wailolong dan desa Bantala, tokoh masyarakat serta pemerintah desa  dari kedua desa tersebut merupakan salah satu rangkaian acara yang terkemas dalam lanjutan acara perdamaian kedua desa itu di Wailolong, Senin (18/11) setelah sebelumnya pada Sabtu (16/11)  prosesi perdamaian itu terlaksana di desa Bantala.

Tanaman Perdamaianan,demikianlah mereka meresapkan filosofi tanaman Beringin itu sebagai tanaman penyejuk, kokoh, tempat berteduh baik manusia maupun burung-burung aneka jenis. Spirit persatuan (kebersamaan) serta kesejukan yang terpancar dari Tanaman Beringin itulah yang menjadikan dasar lanjutan acara perdamaian antar Wailolong dan Bantala di desa Wailolong tersebut terkondisikan dengan acara penanaman anakan Beringin.

Wakil Bupati Agustinus Payong Boli sebelum melakukan penanaman Tanaman Perdamaian itu,dalam sambutannya secara detail mengulas spiritualitas dari Pohon Bao itu.Selain menjadi pohon tempat berlindung ,baik manusia dan burung-burung,4 hingga 10 tanaman Beringin,bisa menghasilkan mata air.

“Tanaman Beringin memberikan kesejukan, kedamaian, kenyamanan dan rasa aman bagi manusia dan bangsa burung.Ketika musim kemarau atau musim kering,kita dengan aman berlindung dibawanya.Apabila ada 4-10 tanaman Beringin,bisa menghasilkan atau mendatangkan mata air.Luar biasa kalau dilanjutan acara perdamaian ini di sini,di Wailolong ini,kita tanam tanaman ini.Mari kita maknai filosofi pohon Beringin ini untuk semakin erat menjalin persatuan diantara kita,membina persaudaraan yang harmonis untuk membangun desa kita dan daerah  Flores Timur.Ada tiga kekuatan dibalik proses perdamaian ini.Tiga kekuatan besar itu,harus kita bawa pulang dan selalu kita jaga dan rawat.Ketiga kekuatan itu adalah,Kekuatan Iman (Agama),Kekuatan Adat,dan Pemerintah.Bangunlah sinergisitas yang harmonis bersama tiga kekuatan itu.”pesan Wabup Agus Boli.

Dihalaman Koke Bale Wailolong,pada sisi kiri dan kanannya lalu dilaksanakanlah acara penanaman Tanaman Perdamaian itu. Pemangku adat Wailolong dan Bantala serta barisan Pemerintah Desa kedua desa itu bersama warganya disaksikan Wakil Bupati Agustinus Payong Boli, Kadis Pariwisata dan Kebudayaaan, Apolonia Corebima, Camat Ile Mandiri, Raymond Piran, pihak Pospol Lewolema, serta Pastor Paroki Lewotala dan Pastor Paroki Rangkemie Riangkemie bersatu hati mengikuti acara itu. Ada doa adat yang terpanjatkan. Ada pula  doa dan berkat dari tangan yang terurapi, Pastor Paroki Riangkemi,serta ada selimutan kasih dari barisan Pemerintah.Kolaborasi bangunan perdamaian yang kompak itu tersaksikan di prosesi perdamaian Bantala dan Wailolong. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment