Mantan Wagub Sudikerta Terdakwa, Jaksa Mulai Buktikan Aliran Dana dari PT. PBG

Tiga terdakwa I Ketut Sudikerta yabng terlibat kasus penipuan, penggelapan, pemalsuan dan TPPU saat menjalani sidang di PN Denpasar. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Sidang kasus dugaan penipuan, penggelapan, pemalsuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan terdakwa mantan Wagub Bali I Ketut Sudikerta, Kamis (07/11/2019) kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri Denpasar.

Dalam sidang kali ini, sejatinya Jaksa Penuntut Umum (JPU) di bawah komando Eddy Artha Wijaya menghadirkan beberapa saksi yang salah satunya adalah saksi dari pihak PT. Dua Kelinci.

Tapi dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Esthar Okatavi itu hanya seorang saksi yang hadir, yaitu atas nama Diah Pradnya Paramita. Dihadirkannya saksi Diah ini adalah untuk mengungkap aliran dana milik Alim Markus yang masuk ke rekening PT Pecatu Bangun Gemilang (PBG).

Di muka sidang, saksi Diah mengungkap pada tahun 2012 pernah melakukan transaksi jual beli tanah dengan terdakwa Sudikerta. Diakuinya transaksi dengan Sudikerta ini pun dilakukan karena terpaksa.

“Karena sertifikat sudah ada di pak Sudikerta dan pak Sudikerta menawar tanah tersebut, ya saya jual. Kebetulan saat itu juga saya lagi butuh uang untuk biaya anak-anak,” ungkap saksi di muka sidang.

Saksi juga mengungkap tanah seluas 1,5 hektare yang berlokasi di Pecatu itu dihargai Rp 2.650.000.000. “Harganya juga pak Sudikerta yang menentukan, saya waktu itu tidak tahu apa-apa,” jelas saksi lagi.

Diungkapkan saksi, pembayaran tanah dilakukan secara bertahap. Yang pertama  tanggal 23 Desember 2015 dibayar Rp. 250 juta, yang kedua dibayar pada tanggal 20 September 2016 juga Rp. 250 juta.

“Kemudian dibayar kembali dengan cek senilai 1,4 miliar. Tapi saya tidak pernah melihat cek itu karena setelah menerima, cek langsung saya berikan kepada sopir saya untuk dicairkan di bank,” ungkap saksi.

Setelah itu, JPU menunjukkan cek yang menjadi barang bukti tersebut di muka sidang. Dimana dalam cek itu tertulis dari PT. Pecatu Bangun Gemilang. Menariknya di muka sidang saksi mengatakan bahwa Sudikerta masih berhutang sekitar Rp 300 juta atas pembelian tanah miliknya tersebut.

Usai sidang, Jaksa Eddy Artha Wijaya yang ditemui mengatakan, hadirnya saksi Diah ini adalah untuk mengungkap aliran dana milik Alim Markus yang masuk ke rekening PT. Pecatu Bangun Gemilang. Hal ini berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang yang juga didakwakan terhadap terdakwa.

Sementara Sudikerta sendiri tidak mau langsung menanggapi kesaksian dari saksi Diah. “Nanti kami tanggapi dalam pledoi (pembelaan) saja yang mulia,” ujar Sudikerta.

Sementara I Wayan Wakil dan Anak Agung Ngurah Agung melalui kuasa hukumnya tidak mengajukan pertanyaan kepada saksi karena dianggap tidak ada kaitanya dengan kedua terdakwa.

“Kami tidak mengajukan pertanyaan yang mulia karena saksi tidak ada korelasinya dengan klien kami,” ujar Agus Sujoko. Pun saat saksi ditanya apakah mengenal terdakwa Wayan Wakil dan Anak Agung Ngurah Agung saksi menjawab tidak mengenal. (pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment