Kasus Penyelewengan APBDes, Soal Tersangka Lain, Kejari Masih Kumpulkan Alat Bukti

Kajari Denpasar, Luhur Istighfar didampingi Kasi Intel dan Kasi Pidus saat memberi ketarangan pers. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Setelah menetapkan mantan bendahara desa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan APBDes di Desa Dauh Puri Klod, Kejari Denpasar kembali melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

Ada tiga orang saksi yang diperiksa oleh Kejari yang salah satunya adalah saksi pelapor I Nyoman Mardika.

Ketiga saksi itu, diperiksa tim penyidik Kejari Denpasar untuk melengkapi berkas tersangka NLPA. Nyoman Mardika yang ditemui di Kejari Denpasar, Rabu (06/11/2019) membenarkan bahwa dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NLPA.

Meski begitu Mardika mengaku sedikit kecewa karena Kejari Denpasar belum juga menetapkan mantan Perbekel Desa Dauh Puri Klod yang diduga ikut menikmati uang hasil korupsi sebagai tersangka.

Atas belum ditetapkannya mantan Perbekel Desa Dauh Puri Klod sebagai tersangka, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar Luhur Istighfar mengatakan tim penyidik saat ini sedang bekerja.

“Saat ini tim sedang bekerja, jadi untuk sementara baru 1 orang yang kami tetapkan sebagai tersangka yaitu mantan bendahara Desa berinisial NLPA,” jelas luhur yang ditemui di Kejari Denpasar, Rabu (06/11/2019).

Namun demikian Luhur tidak berani memastika apakah mantan Perbekal yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD kota Denpasar itu bisa dijadikan tersangka.

“Saat ini kita masih mengumpulkan alat bukti, kalau saja kami sudah memiliki alat bukti yang cukup untuk kembali menetapkan tersangka, tentu akan kami umumkan,” jawabnya saat ditanya olah sejumlah wartawan.

Karena itu, dia berharap tersangka NLPA mau buka suara sehingga tim penyidik bisa kembali menetapkan tersangka. ” Harapan kami tersangka NLPA ini nantinya mau “bernyanyi” sehingga bisa terbongkar siapa-siapa yang menerima aliran dana ini,” tegasnya.

Namun yang pasti, kata Luhur, saat ini tim penyidik sedang mendalami keterangan saksi-saksa yang sudah dan yang akan dipanggil. Soal adanya intervensi politik, Luhur menegaskan sejuah ini belum ada tekanan dan masih berjalan normal.

Terakhir, Luhur menegaskan bahwa dalam perkara yang merugikan keuangan negara Rp 1 miliar lebih ini dipastikan akan ada tersangka lain. Hanya saja siapa tersangka tersebut, Luhur mengatakan pihaknya masih mengumpulkan alat bukti yang cukup. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment