Aniaya Pacarnya Usai Life BIGO, Wanita Kelahiran Karangasem Dituntut 1,5 Tahun Penjara  

Terdakwa Isabel Carla Chrstina saat diadill di PN Denpasar. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Isabel Carla Chrstina, gadis 21 tahun asal Karangasem yang menganiaya pacarnya, Selasa (5/11/2019) kembali dihadirkan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar untuk diadili dengan agenda mendengarkan tuntutan dari jaksa.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Luh Wayan Adhi Antari dalam surat tuntutannya menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan. Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 ayat (1) KUHP.

“Memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan,” tegas JPU dalam surat tuntutannya yang dibacakan di hadapan majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada.

Atas tuntutan itu terdakwa akan mengajukan pembelaan secara tertulis pada sidang selanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus yang menjerat terdakwa ini berawal saat terdakwa menghubungi kekasihnya Mahardika (saksi korban) untuk datang ke kosnya.

Seperti biasa, siang itu usai ngobrol sebentar keduanya melakukan hubungan layaknya suami istri. Jelang sore, terdakwa meminta diantar ke rumah temannya yang kos di daerah Pemogan.

Setibanya di kamar kos temannya, terdakwa melakukan life BIGO. Entah apa yang terjadi, terdakawa merasa kesal dan emosi dengan berbagai komentar orang lain saat dirinya life.

“Terdakwa mengaku saat itu sedang emosi dan melihat saksi korban senyum-senyum. Saat saksi korban ditanya, kenapa kamu senyum senyum gak jelas, justru saksi korban tidak menjawab dan tetap tersenyum,” sebut Jaksa mengutip isi dakwaan.

Saat itu, terdakwa langsung minta balik ke kosnya di Panjer, di Jalan Tukad Yeh Aye. Setiba di kos sekitar pukul 15.30 Wita, baru tiba di parkiran kembali terdakwa menanyakan kepada kekasihnya soal senyum senyum tadi.

Karena saksi korban tidak menjawab, terdakwa yang kesal langsung memukul kepala saksi korban dengan helm sambil mencabut kunci kontak dan membentak kekasihnya itu untuk masuk kamar.

Setiba di kamar terdakwa langsung mengunci pintu dan memukuli dada kekasihnya yang saat itu duduk di atas kasur. Tidak hanya itu dalam posisi duduk, terdakwa juga menendang kekasihnya dari depan yang mengarah pada bagian dada dengan kaki kanan.

Selanjutnya terdakwa menyalakan rokok sambil membentak kekasihnya itu dengan ucapan. “Saya tidak suka liat kamu senyum-senyum tadi. Kenapa kamu diam dan tidak jawab,” ucap terdakwa seperti terungkap dalam dakwaan.

Tidak sampai di situ, terdakwa menyulutkan rokok yang menyala ke pipi kekasihnya sembayak dua kali. Lalu merampas HP kekasih korban dengan maksud membuka isi chat WA karena curiga kalau saksi korban punya pacar lain.

Saat sedang buka chat WA, muncul panggilan VC (video call) dari teman pria kekasih terdakwa. Dalam posisi VC, terdakwa malah meninju mulut dan muka dekat mata dari kekasihnya itu.

Karena tidak tahan dipukuli, saksi korban berusaha kabur ke luar kamar. Saat itu, terdakwa berusaha mengejar tetapi kekasihnya itu sudah hilang lari. Karena takut ada apa-apa, terdakwa yang memegang kunci kontak motor milik kekasihnya itu langsung kabur. (pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment