Habis Masa Kontrak, Kemajuan Fisik Proyek Tempat Parkir di Obyek Wisata Riangsunge 40,15 Persen

Kondisi pekerjaan proyek Pembuatan Tempat Parkir pada Obyek Wisata Pantai Riangsunge, Kelurahan Ritaebang-Solor Barat. Foto: BNN/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork-Kemajuan fisik pekerjaan paket proyek  Pembuatan Tempat Parkir pada Obyek Wisata Pantai Riangsunge, Kelurahan Ritaebang, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur-NTT  hingga akhir masa kontrak di 14 Oktober 2019, baru mencapai 40,15 persen. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) paket proyek yang bersumber dari DAK  Bidang Pariwisata Tahun Anggaran 2019 pun telah melayangkan dua kali surat teguran pada pihak pelaksana,CV Anugerah. Pekerjaan lanjutannya pun kini terkatung-katung akibat ketiadaan material.

Dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa 29 Oktober 2019 PPK paket Pekerjaan Pembuatan Tempat Parkir di Obyek Wisata Pantai Riangsunge-Kelurahan Ritaebang, John Wilbert terkait pelaksanaan pekerjaan tersebut, mengakui ada kendala lapangan yang dihadapi pihak kontraktor pelaksana. Kendala tersebut, oleh Wilbert sebagaimana hasil monitoring dan laporan yang diterimannya dari  Konsultan Pengawas adalah tidak tersedianya material batu pecah 2,3 di daratan Solor.

“Dari hasil monitoring dan laporan Konsultan Pengawas, serta hasil konfirmasi saya dengan rekanan, tersendatnya pekerjaan tersebut disebabkan oleh tidak tersedianya material batu pecah 2,3 yang diperuntukan untuk rabat parkiran tersebut. Menurut kontraktor pelaksana, mereka telah berkoordinasi dengan  kedua AMP yang ada di Solor, namun katanya kedua AMP tersebut  sedang fokus dengan kegiatan mereka sehingga tidak memproduksi batu pecah sebagaimana yang dibutuhkan pihak CV Anugerah. Itu yang mereka sampaikan kepada saya. Mengikuti progres pekerjaan mereka sebelum akhir masa kontrak tersebut, saya selaku PPK bahkan sudah melayangkan surat teguran sebanyak dua kali . kepada CV Anugerah. Tujuan dari Surat teguran itu lebih mengarahkan pihak rekanan untuk melaksanakan pekerjaan sebagaimana time scedule yang telah mereka buat. Dan kini masa kontrak mereka telah selesai dengan menyisahkan fisik pekerjaan 59,85 persen.” ungkap John Wilbert sembari mengkalkulasikan aturan hitungan denda keterlambatan pekerjaan tersebut.

Senada John Wilbert, Pelaksana Pengawas dari  CV Disen Consultan, Mik Keraf pun menambahkan salah satu kendala lain yang dihadapi pihak CV Anugerah adalah pada aspek mobilisasi material. Kekurangan sarana seperti mobil drum  truk, membuat pekerjaan mereka tidak lancar. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment